DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Arena sabung ayam khas Bali atau yang populer istilah tajen kembali memakan korban jiwa. Seorang pria berinisial I Nengah Sudana alias Molog, 50, warga Jalan Kejanti No. 58A, Denpasar Timur, meninggal dunia usai diserang ayam aduan.
Kejadian berlangsung dalam sebuah pertandingan di arena sabung ayam atau yang dikenal sebagai “Kampus” Abian Tubuh, Jalan Sokasati, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Minggu 27 Juli 2025 sekitar pukul 13.30 WITA.
Informasi yang dihimpun radarbali.id, insiden berdarah ini bermula saat dua ayam aduan hendak dipertarungkan dari dua arah, barat dan timur.
Ayam dari arah timur dipegang oleh SM, sementara dari barat dipegang oleh GPA alias Bikul.
Korban berada di sisi barat daya arena. Namun, sebelum pertandingan dimulai, ayam milik SM tiba-tiba lepas dan langsung mengejar ayam lawan.
Karena panik, Bikul melompat keluar arena. Malang bagi korban Molog, posisinya terlalu dekat dan tak sempat menghindar.
"Korban langsung diserang ayam hingga mengalami luka dan pendarahan cukup parah," beber sumber kepolisian.
Sejumlah saksi mata langsung mengevakuasi keluar dari arena. Lelaki ini mengalami luka serius di bagian perut yang diduga akibat sabetan taji atau pisau ayam.
“Pada bagian perut terdapat luka terbuka dengan panjang 14 cm, lebar 5 cm, dan kedalaman hingga 14 cm,” sebut sumber petugas.
Seorang warga bernama AP, 33, bahkan ikut menjepit korban di atas motor saat dibawa ke rumah sakit. Selain luka di perut, ia juga mengalami lecet sepanjang 4 cm di punggung dan luka terbuka lain di paha kanan.
Saat dilarikan ke RS Puri Raharja pukul 14.00 WITA, yang bersangkutan sudah semakin tak sadarkan diri. Sesampainya di Rumah Sakit yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia.
"Korban meninggal murni karena terkena serangan ayam aduan bersenjata taji. Jenazah kemudian dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Angantelu, Karangasem," ungkapnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi membenarkan. Hasil pengembangan sementata, murni insiden. Tidak ada unsur kesengajaan atau perkelahian.
"Korban berada di posisi yang tidak aman saat ayam lepas kendali,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan