TABANAN, Radar Bali - Sejumlah jukung dan perahu nelayan di Pantai Yeh Gangga, Sudimara Tabanan dan sekitarnya rusak diterjang gelombang tinggi.
Setidaknya ada sekitar dua jukung nelayan mengalami kerusakan akibat diterjang gelombang laut yang masuk mencapai bibir pantai daratan.
Perbekel Desa Sudimara, Tabanan I Gede Ariadi mengatakan peristiwa naiknya ombal laut yang pasang ke dataran menghantam jukung nelayan yang ditambatkan dibibir pantai itu sudah terjadi sejak Rabu (6/8/2925).
"Dan hari ini juga masih terjadi. Tadi pagi juga gelombang air laut naik terjang perahu nelayan," ungkapnya, Kamis kemarin (7/8/2025).
Sejauh ini baru dua jukung nelayan yang mengalami kerusakan. Pihaknya pula sudah membuat surat laporan kepada BPBD Tabanan terkait kerusakan jukung itu.
Kerusakan jukung nelayan itu berupa katir dan badan jukung.
Jukung-jukung nelayan yang diterjang gelombang ini sejatinya sudah ditempatkan di daratan. Tapi lagi-lagi ombak laut besar yang mampu mencapai daratan.
"Baru jukung nelayan yang rusak, sementara warung yang berada di pantai tidak terjang gelombang karena masih ada pengaman pantai," tuturnya.
Pihaknya telah meminta kepada sejumlah nelayan di Pantai Yeh Gangga yang berjumlah 87 untuk orang untuk memindahkan jukung ke tempat lebih aman sementara waktu.
Begitu pula pihaknya sudah memberikan himbauan kepada warga yang berwisata di Pantai Yeh Gangga untuk tidak beraktivitas atau berwisata di pantai.
"Ini demi keselamatan kita bersama. Karena potensi gelombang laut yang tinggi masih akan terjadi dalam tiga hari kedepan," tandasnya.
Sementara itu Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengatakan sejak Rabu kemarin memang sudah terjadi gelombang tinggi diwilayah pantai selatan Tabanan. Dengan tinggi gelombang mencapai sekitar 4,5 meter. Sehingga intent pihaknya melakukan pemantauan di lapangan.
Ia mengingat warga Tabanan dan nelayan untuk mewaspadai kondisi cuaca buruk khususnya pada gelombang laut yang tinggi. Dalam sepekan ini sedang puncak-puncaknya.
"Kami juga minta masyarakat dan nelayan secara berkala melakukan pemantauan kondisi dan terus melihat informasi situasi cuaca dari BMKG," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita