NEGARA, Radar Bali.id – Kondisi cuaca ekstrem belum selesai. Gelombang tinggi di perairan Desa Yeh Kuning, Kecamatan Jembrana, Sabtu (9/8/2025) mengakibatkan perahu fiber milik I Wayan Sugiarta, 48, terbalik dan terbelah dua. Beruntung nelayan selamat setelah berusaha berenang ke darat.
Hantaman gelombang besar yang datang mendadak, terjadi sekitar pukul pukul 08.00 Wita. Peristiwa itu terjadi saat Sugiarta sedang melaut seorang diri.
Gelombang tinggi menghantam keras lambung perahu sepanjang sembilan meter tersebut hingga patah menjadi dua bagian. ”Nelayan selamat. Berhasil menyelamatkan diri, ” kata kata Kalaksa BPBD Jembrana I Putu Agus Antara Putra.
Saat dihantam gelombang, melompat ke laut dan berenang sejauh sekitar 12 meter menuju daratan. Sementara perahunya dibiarkan dulu sambil menunggu gelombang perairan tenang.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jembrana bersama Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) yang tiba di lokasi segera melakukan kaji cepat dan membantu evakuasi sisa perahu yang hancur.
Diperkirakan kerugian akibat kerusakan perahu tersebut ditaksir mencapai Rp 30 juta. Pihaknya mengingatkan agar masyarakat pesisir rutin memantau prakiraan cuaca sebelum melaut untuk menghindari insiden serupa.
”Nelayan agar waspada cuaca ekstrem dan gelombang tinggi, terutama saat memarkir perahu di tengah laut,” tandanya. [*]
Editor : Hari Puspita