DENPASAR, radarbali.jawapos.com– Warga dan karyawan Bali True Living Apartment, Jalan Imam Bonjol, Desa Pemecutan Kelod, Kecamatan Denpasar Barat, dibuat geger. Ini menyusul ditemukan dua pria meninggal dunia di salah satu kamar, Rabu 20 Agustus 2025 sekitar pukul 14.00 WITA.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, membenarkan peristiwa tersebut.
Kedua korban masing-masing berinisial BH, 36 asal Jakarta Timur dan MP, 49, asal Sulawesi Utara. Petugas juga telah memintai keterangan sejumlah saksi terkait temuan tersebut.
Baca Juga: Keren! Medali Emas untuk Atlet Wushu Bali di Singapura
Menurut saksi GPP, 23, karyawan Bali True Living, dirinya diberitahu resepsionis bahwa tamu di Kamar Nomor 6 seharusnya sudah check out, namun tidak kunjung keluar. Bersama rekannya, KAW, 31, keduanya mencoba mengecek ke kamar. Saat dipanggil tidak ada jawaban, pintu yang terkunci dari dalam.
Mereka kemudian membuka pintu menggunakan kunci cadangan. Saat pintu terbuka, terlihat muntahan di dekat kasur.
"Karena takut, saksi tidak berani masuk dan langsung melaporkan ke owner serta pihak kepolisian,” ungkap Sukadi, Kamis (21/8).
Beberapa menit kemudian, anggota Polsek Denpasar Barat tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.
Baca Juga: Selebgram Asal Jakarta ini Iklankan Judol dari Bali, Segini Upah yang Diterima Sekali Posting
Dari hasil pemeriksaan, MP ditemukan terlentang di atas tempat tidur, mengenakan kaos merah dan celana jeans pendek biru dalam kondisi basah.
Sementara BH ditemukan telentang di lantai kamar dengan kepala berada di atas tas, mengenakan kaos hijau dan celana jeans pendek biru, serta terlihat mengeluarkan busa dari mulut.
Pada tubuh BH juga terdapat luka gores di pelipis mata kanan sepanjang 25 mm, sementara kondisi keduanya sudah mengalami lebam mayat. Diduga mereka meninggal lebih dari 24 jam. Polisi menemukan sejumlah barang di dalam kamar, diantaranya dua unit ponsel.
Selain itu satu jam tangan, empat cincin, dan sebuah tas ransel hitam. Selain itu, ditemukan empat kotak racun tikus tetes bermerek Hai Zhenwei yang sudah habis di dalam tempat sampah, serta obat-obatan seperti ibuprofen dan multivitamin. Dugaan sementara kedua korban meninggal akibat keracunan, mengingat ditemukannya racun tikus di lokasi.
Baca Juga: Banyak Digital Nomad, Potensi Pertumbuhan Kripto di Bali Sangat Besar
"Ada indikasi korban sengaja mengkonsumsi racun tikus, namun motif pastinya masih dalam penyelidikan,” terang Sukadi. Menariknya, saat dilakukan pengecekan pada ponsel korban, polisi tidak menemukan data berarti. “Diduga kedua korban telah menghapus seluruh isi data, bahkan kartu SIM tidak ditemukan,” tambahnya.
Jenazah kedua dievakuasi petugas gabungan PMI Kota Denpasar dan BPBD Kota Denpasar, sekitar pukul 17.35 WITA. Jenazah BH dibawa menggunakan mobil ambulans BPBD, sementara jenazah MP dievakuasi dengan mobil ambulans PMI menuju ruang jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar.
"Hingga kini, kami masih terus melakukan pendalaman untuk mengetahui motif di balik peristiwa tragis tersebut," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan