BULELENG, RadarBali.id — Sebuah kecelakaan lalu lintas dengan modus tabrak lari yang tragis terjadi di Jalan Raya Seririt-Pupuan, Desa Subuk, Buleleng, pada Selasa (26/8/2025) sekitar pukul 17.30 Wita.
Pelaku bukan merasa bersalah dan menolong malah bertindak brutal dan mengerikan. Tak hanya melarikan diri, pengemudi mobil pikap yang tak bertanggung jawab itu sempat membawa dua korban remaja lalu membuangnya di pinggir jalan sepi.
Korban adalah I Komang DJAY,15, yang mengendarai motor Honda Scoopy dan membonceng I Ketut DWS,15. Keduanya warga Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu.
Kronologi Kecelakaan dan Aksi Keji Pelaku
Menurut Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, insiden bermula saat Komang dan Ketut melaju dari arah Pupuan menuju Seririt.
Tiba-tiba, sebuah mobil pikap Suzuki yang melaju di depannya melakukan putar balik mendadak sembarangan. Karena jarak terlalu dekat, Deva tak mampu menguasai kendaraannya dan menabrak mobil tersebut.
Benturan keras membuat Komang mengalami patah tulang paha, sementara Ketut menderita luka pada bagian bibir. Mirisnya, keduanya tidak menggunakan helm saat berkendara. Setelah kejadian, pengemudi mobil pikap itu sempat berpura-pura baik dengan menolong kedua korban.
Namun, bukannya membawa mereka ke fasilitas medis, pelaku justru membawa kedua remaja itu ke jalan sepi di Desa Titab, lalu menurunkan dan meninggalkan mereka begitu saja.
Warga Curiga, Video Viral, Polisi Buru Pelaku
Aksi keji pelaku terendus oleh warga sekitar yang curiga melihat dua remaja terluka parah ditinggalkan di pinggir jalan. Beruntung, ada warga yang sempat merekam mobil pikap tersebut.
Video ini kemudian menjadi viral di media sosial dan menjadi petunjuk penting bagi pihak kepolisian."Kedua korban saat ini sudah mendapat perawatan intensif di RS Kertha Usada. Mereka masih dalam perawatan," ujar Iptu Yohana.
Pihak kepolisian saat ini tengah memburu pengemudi mobil pick up yang identitasnya belum diketahui. Kasus ini menjadi sorotan karena tindakan pelaku yang tidak hanya tabrak lari, tetapi juga membuang korban.[*]
Editor : Hari Puspita