Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Viral! Gerhana Bulan Total Merah Darah 3,5 Jam Pada 7- 8 September 2025, Fenomena Apa?, Ini Penjelasannya!

M.Ridwan • Senin, 8 September 2025 | 09:32 WIB
MERAH DARAH: Rekaman foto penampakan gerhana Bulan total yang memang tambah berwarna merah darah terlihat dari langit Sempidi, Mengwi, Badung pada, Minggu 8 September 2025, pukul 02.30 Wita.
MERAH DARAH: Rekaman foto penampakan gerhana Bulan total yang memang tambah berwarna merah darah terlihat dari langit Sempidi, Mengwi, Badung pada, Minggu 8 September 2025, pukul 02.30 Wita.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Fenomena alam tak biasa kembali terjadi di langit Indonesia, termasuk Bali. Yaitu, Gerhana Bulan Total Merah Darah. Gerhana bulan yang membuat viral jagat maya ini terjadi pada Minggu 7-8 September 2025 WIB, Wita dan WIT (dini hari).

Artinya masyarakat di seluruh Indonesia dapat menyaksikan fenomena langit gerhana bulan total merah darah ini.

Dikutip dari laman NU Online dan BMKG, gerhana ini terjadi dengan durasi selama 3,5 jam. Tepatnya 3 jam 29 menit 24 detik.

 Baca Juga: Braaak! Dua Kecelakaan Maut di Lokasi Berbeda, 3 Tewas Libatkan Mitsubishi Pajero dan Daihatsu Xenia

Awal fase sebagian (awal gerhana): 7 September 2025 M pukul 23:27:01 WIB Awal fase total: 8 September 2025 M pukul 00:30:40 WIB.

 Puncak gerhana: 8 September 2025 M pukul 01:11:43 WIB Akhir fase total: 8 September 2025 M pukul 01:52:46 WIB   Akhir fase sebagian (akhir gerhana): 8 September 2025 M pukul 02:56:25 WIB.

BMKG menyebut seluruh Indonesia dapat mengamati fenomena alam yang langka terjadi ini.

“Fenomena gerhana bulan total berwarna merah darah ini dapat diamati di seluruh Indonesia,” demikian bunyi laman BMKG yang disiarkan 6 September 2025.

Dijelaskan, fenomena ini terjadi akibat Matahari – Bumi dan Bulan berada dalam satu garis. Artinya, cahaya Matahari terhalangi oleh Bumi, sehingga tidak seluruhnya memantul ke bulan.

Bagi umat Islam, ketika gerhana terjadi baik bulam maupun matahari dianjurkan untuk Salat Gerhana (khusyuf) dan dianjurkan untuk bersedekah.

Sementara umat lain ada yang menyambutnya dengan ritual khusus. Bagi masyarakat Bali, fenomena gerhana bulan merah darah ini bersamaan dengan ritual Banyu Pinaruh. Yaitu sebuah ritual penyucian diri di laut/pantai.***

Editor : M.Ridwan
#gerhana bulan total #gerhana bulan merah darah #september 2025 #bmkg #nu online #radarbali