DENPASAR, radarbali.jawapos.com– Banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Bali, Rabu (10/9/2025) membuat Gubernur Bali menetapkan status Tanggap Darurat sejak pukul 22.00 WITA.
Sesuai protokol penanganan bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil alih koordinasi penuh, sementara Basarnas bersama unsur SAR lainnya difokuskan pada pencarian dan evakuasi korban.
Memasuki hari kedua operasi SAR, Kamis (11/9), pencarian difokuskan di sepanjang aliran Tukad Badung hingga ke muara Waduk Tukad Badung. Sementara itu, area Pasar Badung dan Kumbasari yang terdampak parah telah ditangani unsur SAR lain.
Tim SAR gabungan menerima laporan dari nelayan setempat mengenai penemuan jasad di kawasan rawa muara Tukad Badung, sekitar pukul 09.00 WITA.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya menjelaskan, tim segera bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Tidak lama kemudian, ditemukan kembali satu jasad di sekitar area yang sama, dan jasad keempat berhasil ditemukan. Keempat korban yang ditemukan adalah perempuan.
Baca Juga: Waspada! Banjir Bali Berisiko Terhadap Perputaran Uang, Berimbas Kerugian di Berbagai Sektor
"Seluruhnya telah dievakuasi dan dibawa ke RS Prof. Ngoerah menggunakan ambulans Al Mandiri, BPBD, dan Namru untuk proses identifikasi,” ungkap Sidakarya, Kamis (11/92025).
Dalam proses evakuasi, pada salah satu jasad ditemukan sebuah tas kecil berisi kartu koperasi simpan pinjam atas nama Nyoman Sari.
Sementara tiga jasad lainnya tidak membawa barang yang dapat dijadikan petunjuk identitas. “Kami menunggu hasil identifikasi resmi dari RS Prof. Ngoerah agar tidak terjadi informasi simpang siur,” tegas Sidakarya.
Upaya pencarian dilanjutkan dengan penyisiran lanjutan pada pukul 11.00 WITA. Menggunakan lima unit kano milik nelayan setempat, sepuluh personel melakukan pencarian menyusuri rawa hingga perairan sekitar Benoa. "Namun, hingga operasi selesai pada pukul 13.3o WITA, belum ada temuan tambahan," tutupnya.***
Editor : M.Ridwan