DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Posko pengungsian warga terdampak banjir di Banjar Tohpati Jalan Merak, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur. Mereka adalah warga yang tinggal di Jalan Siulan, Tohpati, yang dekat aliran sungai.
Jumlah yang terdampak 124 orang. Namun, warga yang di pengungsian 26 orang karena sisanya telah kembali ke rumah.
Hendra adalah warga yang mengungsi bersama istri dan dua anak. Anaknya masih kecil, yakni berusia 4 bulan dan 6 tahun. Hendra berkali-kali mengucapkan "alhamdulilah" saat ditemui pengungsian Kamis (11/9/2025).
Pria berusia 38 tahun baru sebulan indekos di daerah Jalan Siulan. Ia awalnya tidak sadar ada banjir besar, meski tahu hujan lebat seharian. Awalnya air masuk kamarnya, saat pintu dibuka ia kaget air besar langsung masuk.
Hendra sigap menyelamatkan anaknya dengan dievakuasi ke plafon."Yang penting dua anak saya selamat. Saya tidak mikir apa-apa lagi,"ungkapnya berkaca-kaca.
Selama lima jam hendra dan keluarganya di atas plafon menunggu evakuasi dari tim. Diakuinya cukup lama menunggu dengan rasa khawatir air akan lebih tinggi.
"Dari 2.30 hingga pukul 08.00 kan ada anak-anak kecil. Tidur semua. Saat tahu tak bangunin. Bagaimana perasaan itu anak kecil. Pertolongan untuk saya dan keluarga saya terakhir," ujarnya Hendra.
Barang-barang di kosnya banyak berisi lumpur. Dipastikan barang elektronik seperti kulkas dan televisi rusak. Hendra juga tidak memiliki baju di pungsian karena semua di kosnya."Tinggi air sekitar 80 sentimeter," sebut pria asal Malang ini.
Akibat dari bencana ini, Hendra yang keseharian sebagai kuli bangunan tak bisa bekerja.
"Perasaan saya campur aduk. Kalau ini (anak-anak) saya tidak selamat mending saya mati. Alhamdulillah," ucapnya.
Anaknya yang berusia 4 bulan sempat sakit, suhu badannya tinggi. Lagi-lagi syukur segera membaik. Pertolongan saat bencana terasa agak lama padahal air di lokasinya sangat tinggi."Pokoknya percaya sama yang Di atas," tandasnya.
Rasa pilu juga disampaikan Ibu Kadek Aris mengingat banjir terjadi dini hari Rabu (10/9). Ketika buka pintu ia melihat air besar. Rumah Kadek Aris berlokasi di Jalan Siulan luluh lantak barang-barang berharga tidak ada yang selamat.
"Keluarga selamat. Barang-barang di rumah sudah tidak ada. Kami diselamatkan pagi jam 06.00 dievakuasi," terangnya.
Saat ini Kadek Aris dan keluarga telah mengungsi di Banjar Tohpati. Bersyukur mendapatkan kasur untuk tidur dan juga makanan." Tidurnya tidak nyenyak. Tapi dapat sembako lagi," ujarnya.
Kadek Aris mengaku membersihkan lumpur di rumahnya tapi air PDAM mati."Air mati semua tidak bisa bersih-bersih," ucapnya.
Berada di pengungsian meski sudah mendapatkan makanan, Kadek Aris mengaku memerlukan pakaian dan peralatan mandi."Kemarin pagi mulai masuk paginya. Kami butuh peralatan mandi dan pakaian (yang belum,red) kalau bisa dikasih sembako," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan