GIANYAR, Radar Bali.id – Para tokoh Puri se-Bali berkumpul di Puri Ageng Blahbatuh, Gianyar, untuk secara tegas mendesak Presiden Prabowo Subianto agar segera merealisasikan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara.
Pernyataan sikap ini disampaikan pada Senin (16/9/2025), merujuk pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 yang di dalamnya sudah memuat rencana pembangunan bandara tersebut.
Ketua Harian Puri Sejebak Bali, Ida Cokorda Gde Putra Nindia, mengatakan bahwa dukungan ini dilandasi oleh keinginan luhur untuk menyejahterakan masyarakat dan menjaga kelestarian Bali secara keseluruhan.
"Kami Puri se-Bali ingin menjaga Bali agar tetap lestari, dan untuk itu kami ingin ada keseimbangan pembangunan," ujar Ida Cokorda Gde Putra Nindia kepada awak media.
Biar Bukan Hanya Bali Selatan
Menurut para penglingsir Puri, pembangunan bandara di wilayah utara Bali sangat penting untuk menciptakan pemerataan pembangunan yang selama ini lebih terpusat di Bali bagian selatan. Dengan adanya pemerataan, mereka yakin pelestarian adat dan budaya Bali akan tetap terjaga.
"Kami memohon kepada Bapak Presiden untuk bisa mempercepat proses pembangunan itu," tambahnya.
Sebelumnya, para tokoh Puri se-Bali sempat bertemu dengan Prabowo pada Februari 2024. Saat itu, Prabowo menyatakan kesiapan mendukung pembangunan bandara ini. Setelah terpilih menjadi presiden, ia bahkan mengeluarkan Perpres yang juga mencakup rencana pembangunan jalan tol sebagai penunjang. Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang konkret.
"Sampai sekarang belum ada tindak lanjut. Kami mohon Bapak Presiden segera menentukan realisasi groundbreaking," tegasnya.
Ada Kekhawatiran
Pada kesempatan yang sama, CEO PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko, menegaskan bahwa desakan dari para tokoh Puri se-Bali merupakan suara rakyat Bali yang harus segera diwujudkan.
Menurut Erwanto, percepatan pembangunan diperlukan untuk menanggapi spekulasi yang beredar, termasuk isu pemindahan lokasi bandara ke Bali Barat. Pembangunan yang cepat juga krusial untuk menjaga kepercayaan para investor.
"Ini penting bagi para investor. Ketepatan dan kecepatan kapan bandara dibangun sangat menentukan. Kami tidak ingin investor bertanya, 'Ini serius tidak sih membangun bandara ini?'" ujar Erwanto.
Erwanto juga membocorkan bahwa dua perusahaan BUMN telah menandatangani kerja sama dengan PT BIBU pada 13 September lalu. "Kami mendorong Presiden untuk segera menetapkan penlok (penetapan lokasi) dan meletakkan batu pertama," pungkasnya..[*]
Editor : Hari Puspita