SEMARAPURA, RadarBali.id — Hujan deras yang melanda Kabupaten Klungkung dalam beberapa hari terakhir memicu berbagai bencana alam, termasuk pohon tumbang, tanah longsor, dan banjir. Salah satu dampak terparah menimpa keluarga I Nyoman Sudira di Dusun Kanginan, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, yang harus mengungsi setelah rumahnya tergerus aliran Sungai Yeh Banges.
Sejak Rabu, 10 September, keluarga Sudira terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke kediaman kerabat. Kasi Humas Polres Klungkung, AKP Agus Widiono, menjelaskan bahwa naiknya debit air Sungai Yeh Banges menjadi penyebab utama banjir yang merendam rumah Sudira.
"Mereka mengungsi pada Rabu (10/9/2025) saat debit air Yeh Banges mengalami kenaikan," ujar Agus Widiono pada Rabu, 17 September.
Debit air yang terus meningkat selama beberapa hari mengakibatkan halaman rumah Sudira terkikis secara bertahap. Puncaknya, pada Senin (15/9/2025) sekitar pukul 09.30 WITA, dapur dan kamar mandi miliknya roboh. Kerugian akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp60 juta.
Menanggapi laporan tersebut, Pemerintah Kabupaten Klungkung segera mengambil tindakan. Pada Selasa, 16 September, Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi oleh Kadis Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak, Gusti Agung Putra Mahajaya, turun langsung menyerahkan bantuan sosial.
Bantuan berupa sembako, makanan siap saji, dan pakaian diserahkan untuk meringankan beban keluarga korban. "Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga yang tertimpa musibah," tutur Bupati Satria. Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.[*]
Editor : Hari Puspita