Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Viral! Diduga Oknum TNI Pukul Ojol di Pontianak, Ratusan Driver Beraksi Solidaritas, Wakapendam XII Tanjungpura Tegaskan Proses Hukum Jalan Terus

Acep Tomi Rianto • Minggu, 28 September 2025 | 13:15 WIB
TEREKAM KAMERA : Tangkapan layar insiden pria diduga oknum TNI pukul ojol di Pontianak. (Instagram/si_enchann)
TEREKAM KAMERA : Tangkapan layar insiden pria diduga oknum TNI pukul ojol di Pontianak. (Instagram/si_enchann)

 

PONTIANAK, Radar Bali.id-  Sebuah video amatir yang menampilkan aksi pemukulan pengemudi ojek online (ojol) oleh seorang pria yang diduga oknum anggota TNI berinisial FA telah beredar luas dan memicu perhatian publik serta ratusan driver ojol di Kalimantan Barat.

Insiden dugaan kekerasan ini terjadi di kawasan Jalan Perum 4, Panglima Aim, Pontianak Timur, pada Sabtu, 20 September 2025. Korban pemukulan, seorang pengemudi ojol berinisial TS, dilaporkan mengalami luka serius, termasuk memar di wajah dan patah pada bagian hidung.

Korban segera menjalani pemeriksaan medis dan visum di Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak.

Aksi Solidaritas Ojol Menuntut Keadilan

Menyusul kabar dugaan pemukulan yang beredar cepat di media sosial—salah satunya diunggah oleh akun Instagram @polhub.id666 pada Minggu (21/9/2025)—ratusan pengemudi ojol segera melancarkan aksi solidaritas.

Pada hari yang sama dengan kejadian, Sabtu (20/9/2025), ratusan driver ojol tersebut mendatangi Markas Pomdam XII Tanjungpura, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Kedatangan massa ini adalah bentuk protes keras terhadap dugaan insiden pemukulan yang menimpa rekan mereka, sekaligus menuntut kejelasan dan keadilan atas peristiwa tersebut.

Pelaku Minta Maaf, Proses Hukum Tetap Berjalan

Terkait desakan publik dan aksi solidaritas tersebut, terduga pelaku berinisial FA akhirnya tampil di hadapan publik.

Dalam konferensi pers yang digelar di Mapomdam XII/Tanjungpura, Pontianak, pada Sabtu (20/9/2025), FA menyampaikan permintaan maaf atas perbuatannya dan mengaku menyesal.

"Saya menyesal atas perbuatan saya. Untuk itu saya siap bertanggung jawab membantu biaya pengobatan korban sampai sembuh," kata FA.

Meskipun pelaku telah menyampaikan permintaan maaf dan berjanji menanggung biaya pengobatan korban, pihak berwenang memastikan proses hukum akan terus berjalan.

Wakapendam XII Tanjungpura, Letkol Inf Agung W. Palupi, menegaskan bahwa permintaan maaf  tetap tidak menghentikan proses hukum militer. “Hasil mediasi, proses hukum tetap berlanjut di persidangan militer. Kita tunggu hasilnya,” ucap Agung, memastikan bahwa kasus ini akan diselesaikan sesuai mekanisme hukum yang berlaku bagi anggota TNI. [*].

Editor : Hari Puspita
#Tanjungpura #oknum tni #pontianak #pemukulan #proses hukum