RadarBali.id – PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Aceh menyampaikan permohonan maaf resmi kepada masyarakat atas kondisi blackout, gangguan pasokan listrik meluas yang terjadi sejak Senin sore (29/9/2025).
Pemadaman ini berdampak pada sejumlah wilayah utama, namun PLN memastikan tidak ada kompensasi bagi pelanggan yang terdampak.
Gangguan yang dimulai pada pukul 16.22 WIB tersebut masih dalam proses investigasi oleh tim teknis PLN untuk memastikan penyebab pastinya karena apa.
Pembangkit Nagan Raya Tumbang, Gangguan Transmisi Jadi Sebab Utama
Manager Komunikasi & TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa gangguan tersebut berawal dari masalah di salah satu fasilitas pembangkit utama.
"Gangguan tersebut menyebabkan trouble di pembangkit listrik kami di Nagan Raya sehingga mengakibatkan padam di beberapa lokasi," ujar Lukman dalam keterangan tertulisnya.
Selain itu, Lukman menyebut pemadaman ini juga berkaitan dengan pekerjaan penguatan sistem pada interkoneksi transmisi 150 kilovolt (kV) Bireuen–Arun, Sumatera, yang disebut sementara memengaruhi pasokan listrik.
Wilayah Terdampak pemadaman ini sangat luas, mencakup:
- Aceh Utara
- Bireuen
- Bener Meriah
- Aceh Barat
- Aceh Barat Daya
- Sebagian Kota Banda Aceh dan Aceh Besar
- Wilayah Takengon dan Lhokseumawe.
PLN Berharap Stabil, Minta Warga Ikuti Informasi Resmi
Lukman Hakim menambahkan, pihak PLN terus berupaya keras untuk menstabilkan sistem kelistrikan. Mereka menargetkan pemadaman tidak terulang kembali, termasuk pada hari Rabu (1/10/2025).
"Kami berharap sistem listrik segera mendapatkan tegangan yang baik sehingga tidak terjadi lagi pemadaman. Kami minta maaf atas pelayanan yang belum maksimal," pungkasnya.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti informasi resmi dari PLN terkait perkembangan terkini pemulihan pasokan listrik dan menghindari kabar yang tidak jelas sumbernya.[*]
Editor : Hari Puspita