SANGEH, RadarBali.id- Sekitar 100 pengurus dan anggota Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Bali bersama mahasiswa Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Denpasar menggelar aksi ganda, yaitu penghijauan dan bersih-bersih sampah plastik, di kawasan Pura Alas Pala, Sangeh Monkey Forest, Badung.
Kegiatan yang bertajuk "Clear Air Healthy People" dalam rangka Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia ini bertujuan vital, yaitu melestarikan ekosistem hutan, mengurangi risiko banjir di wilayah hilir, dan menjaga fungsi ekologis kawasan wisata spiritual dan alam ini.
Penanaman Spesies Endemik dan Komitmen Anti-Sampah Plastik
Aksi diawali dengan persembahyangan bersama di tengah Pura Alas Pala. Kemudian, Ketua HAKLI Provinsi Bali, I Wayan Sudiadnyana, secara simbolis menyerahkan bibit pohon Pala dan Cempaka kepada pengelola objek wisata. Seluruh bibit pohon ini didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Badung.
"Penanaman pohon ini adalah langkah kecil namun penting untuk masa depan lingkungan kita. Kawasan ini memiliki nilai ekologis, religius, dan ekonomi. Jika tidak kita jaga, maka akan berdampak pada masyarakat luas, termasuk potensi banjir di daerah hilir," tegas I Wayan Sudiadnyana.
Fokus penanaman ditujukan pada area-area yang vegetasinya masih jarang. Jenis pohon yang ditanam dipilih dari spesies Pala, yang merupakan tanaman endemik dan bernilai konservasi tinggi, demi menjaga keselarasan dengan ekosistem lokal, terutama keberadaan populasi kera liar yang mendiami hutan tersebut.
Selain penanaman, peserta juga secara aktif memungut sampah plastik yang ditemukan di sepanjang jalur hutan yang mereka lintasi, menunjukkan komitmen terhadap kebersihan lingkungan.
Kolaborasi Jaga Kesucian dan Daya Tarik Wisata
Pengelola objek wisata, melalui perwakilannya Bapak Ida Bagus (nama di sumber asli tidak lengkap), menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi yang terjalin.
“Saya sangat mengapresiasi kolaborasi antara HAKLI dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Badung serta relawan mahasiswa. Kelestarian hutan berperan besar dalam menjaga daya tarik wisata sekaligus kesucian kawasan Pura,” ungkapnya.
Diharapkan, kegiatan ini menjadi awal dari gerakan pelestarian lingkungan berkelanjutan, sekaligus mendorong kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga hutan sebagai sumber kehidupan bersama dan warisan alam Bali.[*]
Editor : Hari Puspita