Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dewa Ratu! Balita Nahas di Karangasem Digigit Anjing Liar di Dahi, Dirujuk Setelah Disuntik VAR

Zulfika Rahman • Senin, 6 Oktober 2025 | 15:00 WIB
Ilustrasi anjing liar.dok. JawaPos.com
Ilustrasi anjing liar.dok. JawaPos.com

 

AMLAPURA, RadarBali.id - Seorang anak berusia tiga tahun berinisial IGWP menjadi korban gigitan anjing liar di rumahnya pada Sabtu (4/10). Akibat insiden nahas tersebut, balita asal Banjar Dinas Pekandelan, Desa Culik, Kecamatan Abang, menderita luka gigitan serius di bagian dahi.

Menurut Kelian Banjar Dinas Pekandelan, I Ketut Wista, kasus ini terjadi tak lama setelah IGWP bangun tidur dan sedang duduk di teras rumah.

“Habis minum, anak ini duduk di teras rumah. Tiba-tiba ada anjing datang dan langsung menggigit bagian dahinya,” ujar Wista saat dikonfirmasi pada Minggu (5/10/2025).

Gigitan anjing liar tersebut membuat IGWP menjerit kesakitan. Setelah menggigit, anjing tersebut langsung melarikan diri dan hingga kini keberadaannya tidak dapat ditemukan.

Luka Sensitif, Korban Dirujuk dan Diberi VAR

Pihak keluarga dengan sigap langsung membawa IGWP ke Puskesmas Abang untuk mendapatkan penanganan medis awal. Di Puskesmas, korban langsung diberi Vaksin Anti Rabies (VAR).

Namun, karena lokasi luka gigitan berada di areal yang sangat sensitif, pasien kemudian dirujuk ke RSUD Karangasem.

"Setelah di RSUD, anak itu mendapat Serum Anti Rabies (SAR) karena lukanya di bagian berbahaya,” kata Wista, yang kebetulan turut mendampingi.

Setelah menjalani perawatan, IGWP diperbolehkan pulang dengan enam jahitan di dahi dan diwajibkan untuk menjalani kontrol rutin. Hingga kini, anjing pelaku gigitan tersebut belum berhasil ditemukan, sehingga status rabiesnya belum bisa dipastikan.

Puskeswan Belum Terima Laporan Resmi

Sementara itu, Kepala UPTD Puskeswan Karangasem, I Ketut Suardita, mengaku pihaknya belum menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban terkait insiden gigitan tersebut.

Kendati demikian, Suardita memastikan bahwa penanganan medis terhadap korban sudah dilakukan sesuai prosedur mengingat luka gigitan berada di areal sensitif.

“Kami akan turun ke lokasi. Untuk memastikan apakah anjingnya rabies atau tidak, harus ditangkap untuk diambil sampelnya,” tegas Suardita, menggarisbawahi pentingnya penangkapan anjing liar tersebut demi kepentingan kesehatan masyarakat..[*]

 

Editor : Hari Puspita
#korban gigitan anjing #karangasem #rabies #anjing liar