NEGARA, RadarBali.id- Tiga unit truk terlibat dalam kecelakaan beruntun di jalur utama Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Kilometer 83–84, Banjar Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Peristiwa yang terjadi pada Senin sore (6/10/2025) sekitar pukul 16.15 Wita ini tidak menelan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian materiil hingga belasan juta rupiah.
Ketiga truk yang terlibat melaju searah, dari timur ke barat (Denpasar menuju Gilimanuk). Kasatlantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, menjelaskan kronologi kecelakaan tersebut.
"Ketiganya melaju searah dari timur ke barat atau dari arah Denpasar menuju Gilimanuk," jelas Iptu Aldri Setiawan.
Diduga Kurang Konsentrasi, Truk Tabrak dari Belakang
Kecelakaan beruntun ini diduga dipicu oleh kelalaian pengemudi truk pertama, bernomor polisi DK 8368 UG, yang dikemudikan oleh WS,34, asal Desa Pulukan, Pekutatan.
Saat itu, arus lalu lintas di lokasi sedang ramai sehingga dua truk di depannya terpaksa mengurangi kecepatan. WS yang berada di belakang diduga kurang konsentrasi dan tidak mampu mengendalikan kendaraannya.
Truk DK 8368 UG menabrak bagian belakang truk K 8520 OB yang dikemudikan EW (20). Akibat benturan tersebut, truk EW terdorong hingga menabrak truk di depannya, N 9089 UN, yang dikemudikan IF,37.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp 15 Juta
Iptu Aldri Setiawan memastikan bahwa tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka dalam insiden ini. Kerusakan material dialami pada bagian bemper depan dan belakang ketiga kendaraan.
Truk DK 8368 UG mengalami kerusakan paling parah di bemper depan. Sementara itu, truk K 8520 OB rusak di bagian depan dan truk N 9089 UN mengalami penyok di bagian belakang.
Total kerugian material dari kecelakaan tiga truk ini diperkirakan mencapai Rp 15 juta.
"Setelah dilakukan mediasi di Polsek Mendoyo, para pengemudi sepakat untuk menyelesaikan perkara tersebut secara kekeluargaan," pungkasnya.[*]
Editor : Hari Puspita