Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Unjuk Rasa Anarkis di Denpasar, 600 Personel Polda Bali Dikerahkan, Tindakan Humanis dan Terukur

Andre Sulla • Jumat, 10 Oktober 2025 | 08:48 WIB

 

 

SIMULASI: Polisi menghadapi pengunjuk rasa di area Dermaga Timur Gedung BCT, Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Kamis (9/10/2025).
SIMULASI: Polisi menghadapi pengunjuk rasa di area Dermaga Timur Gedung BCT, Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Kamis (9/10/2025).

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Ratusan masyarakat melakukan aksi demo anarkis di area Dermaga Timur Gedung BCT, Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan, Kamis (9/10/2025). Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Pulau Dewata, Kepolisian Daerah (Polda) Bali kerahkan 600 0ersonil melakukan penanganan secara humanis dan terukur.

Untuk diketahui unjuk rasa ini merupakan kegiatan simulasi bertajuk Latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di area Dermaga Timur Gedung BCT, Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan.

Sebanyak 600 personel gabungan diterjunkan dalam simulasi tersebut. Selain jajaran Polri, latihan juga melibatkan unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Pecalang, hingga stakeholder terkait lainnya.

 Baca Juga: Lion Parcel Bidik Potensi Bisnis Logistik di Bali, Kemitraan Agen Terbuka Luas, Fleksibel untuk Usaha Sampingan

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 Wita itu mengusung tema Melalui Pelatihan Sispam Kota 2025, Polda Bali Beserta Jajaran Siap Meningkatkan Kesiapsiagaan dan Profesionalisme Polri Dalam Penanganan Unjuk Rasa tersebut.

"Ya, tentunya secara Humanis, Terukur, dan Berlandaskan HAM Demi Terpeliharanya Stabilitas Kamtibmas yang Kondusif," ungkap Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung kegiatan yang turut disaksikan Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Komang Sandi Arsana, Karo Renmin Astama Ops Polri Brigjen Pol Puji Santosa, serta sejumlah Pejabat Utama Polda Bali.

Irjen Daniel menegaskan, latihan ini merupakan bentuk kesiapan personel dalam menghadapi situasi nyata di lapangan, khususnya potensi unjuk rasa yang dapat mengganggu stabilitas wilayah.

Latihan ini adalah cara kita mengenali peran masing-masing saat menghadapi situasi di lapangan, mulai dari hijau, kuning sampai merah.

"Dengan latihan, kita tidak akan canggung dan bisa bertindak cepat, tepat, dan terukur,” ujarnya.

Jenderal bintang dua itu menambahkan, pelatihan semacam ini juga menjadi sarana penting untuk meningkatkan profesionalisme dan koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan Bali yang menjadi pusat perhatian nasional dan internasional.

 Baca Juga: Awas! Dokter Anak Ingatkan Bahaya Serius BPA bagi Bayi dan Balita

Dalam simulasi, para personil memeragakan tahapan penanganan unjuk rasa mulai dari situasi damai hingga kondisi eskalatif. Setiap tindakan dilakukan berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan prinsip humanis, persuasif, dan berlandaskan Hak Asasi Manusia (HAM).

Selain melatih keterampilan taktis, kegiatan ini juga memberikan gambaran kepada pimpinan, terkait pola pengamanan terpadu yang dapat diterapkan jika terjadi gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polda Bali.

Kapolda Bali pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat. Ia mengucapkan terima kasih kepada semua instansi yang berperan aktif dalam kegiatan ini.

Latihan Sispamkota 2025 ini menjadi bukti komitmen Polda Bali dalam memastikan setiap personel siap menghadapi dinamika lapangan dengan tindakan yang profesional, cepat, dan berimbang sejalan dengan semangat Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. "Sinergi kita adalah kunci menjaga keamanan Bali tetap kondusif,” tutup Irjen Daniel.***

Editor : M.Ridwan
#simulasi #unjuk rasa anarkis #polda bali