SINGARAJA, RadarBali.id- Area Setra (kuburan) Penarukan, Desa Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, mendadak dilalap si jago merah pada Selasa (14/10/2025) sekitar pukul 16.15 Wita.
Kebakaran hebat ini diduga dipicu oleh api dari upacara ngaben yang sedang berlangsung di lokasi.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengungkapkan, api pertama kali muncul dari area tempat pelaksanaan upacara ngaben.
“Api diduga dipicu dari kegiatan ngaben yang sedang terlaksana di Setra Penarukan. Karena kondisi semak di sekitar kering dan angin cukup kencang, api dengan cepat merembet dan membakar lahan seluas sepuluh are,” ujar Iptu Yohana pada Rabu (15/10/2025).
Melihat api yang terus membesar, masyarakat bersama aparat setempat segera berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun, karena api sulit dikendalikan, warga kemudian meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Buleleng.
Pemadaman Butuh 35 Menit
Dinas Damkar Buleleng langsung merespons dengan mengerahkan dua unit armada dan sepuluh orang personel ke lokasi kejadian. Berkat sinergi cepat antara masyarakat dan petugas Damkar, api berhasil dilokalisasi dan dipadamkan sebelum merambat ke perumahan warga di sekitar area setra.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Damkar Buleleng, Komang Kappa Tri Aryandono, menyebutkan proses pemadaman berlangsung sekitar 35 menit.
“Api berhasil dipadamkan setelah 35 menit ditangani. Dugaan kuat kami, kebakaran ini dipicu karena adanya kelalaian dalam pengawasan sumber api terbuka,” tegas Komang Kappa.
Meskipun peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, masyarakat diingatkan untuk selalu berhati-hati saat melakukan kegiatan yang melibatkan api di area terbuka, terutama saat musim kemarau Panjang.[*]
Editor : Hari Puspita