Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kematian Tragis Timothy Jadi Olok-olokan, Rektorat Lakukan Investigasi, RS Ngoerah Kembalikan Peserta Co Ass Ikut Bully Mendiang Setelah Meninggal

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 20 Oktober 2025 | 02:32 WIB
TRAGIS: Almarhum Timothy saat terkapar di halaman kampus Sudirman setelah locat dari lantai 2.
TRAGIS: Almarhum Timothy saat terkapar di halaman kampus Sudirman setelah locat dari lantai 2.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kematian mahasiswa Sosiologi semester VII Universitas Udayana Timothy Anugerah Saputra masih menjadi pembicaraan.  Ayahanda melaporkan peristiwa tersebut ke Polresta Denpasar Sabtu (18/10/2025). 

Menanggapi pelaporan tersebut Jawa Pos Radar Bali mencoba meminta tanggapan Kepala Unit Komunikasi Komunikasi Publik Dewi Pascarani belum merespons pertanyaan koran ini.

Di samping itu, adanya peserta didik (co ass) RS Ngoerah diduga ikut membully Timothy Anugerah Saputra setelah meninggal  diduga bunuh diri dari lantai 4 Gedung Fisip Unud 15 Oktober lalu di media sosial dikembalikan ke kampus asalnya.

Plt Direktur Utama RS Ngoerah dr. I Wayan Sudana mengaku, berdampak terhadap citra RS Prof Ngoerah dan Universitas Udayana.

Salah satu peserta co ass tersebut dikembalikan ke Universitas Udayana untuk dilakukan pendalaman dan investigasi."Jika nantinya terbukti yang bersangkutan melakukan tindakan pelanggaran etika atau perundungan, akan dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku," terangnya. 

Sudana tegaskan, mereka yang membully adalah peserta didik yang sedang belajar di RS Ngorah bukan karyawan, maka pihak RS tidak dapat mewakili rumah sakit.

"RS Ngoerah berkomitmen menciptakan lingkungan belajar dan kerja yang aman, beretika, dan saling menghargai. RS Ngoerah mengajak semua pihak untuk menggunakan media sosial secara bijak dan menjaga nama baik institusi serta profesi kesehatan," jelasnya. 

Sementara itu, ramai menjadi perbincangan masyarakat, sikap dan respons berapa mahasiswa terhadap kematian mendiang yang dijadikan bahan olok-olokan di sebuah whatsapp group media sosial. Dugaan ucapan nir-empati terhadap almarhum mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan 

Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana, dengan membuat Rektor Universitas Udayana sampaikan klarifikasi resmi. Berdasarkan hasil rapat koordinasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik bersama Dewan 

Perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Program Studi, dan mahasiswa yang 

terlibat dalam percakapan di media sosial, dapat dipastikan isi percakapan tersebut terjadi

setelah almarhum meninggal dunia, bukan sebelum peristiwa yang menimpa almarhum. Dengan demikian, ucapan nir-empati yang beredar di media sosial tidak berkaitan atau menjadi penyebab almarhum menjatuhkan diri dari lantai atas gedung FISIP.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik telah melaksanakan rapat pembahasan bersama seluruh pihak terkait, dan hasil rapat tersebut akan diteruskan kepada Satgas Pencegahan dan Penanganan 

Kekerasan (Satgas PPK) Universitas Udayana untuk dilakukan penyelidikan dan penanganan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 Universitas Udayana mengecam keras segala bentuk ucapan, komentar, atau tindakan nir-empati, perundungan, kekerasan verbal, maupun tindakan tidak empatik, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Tindakan seperti ini bertentangan dengan nilai-nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi dan etika akademik universitas.

 Baca Juga: Asah Bakat Jurnalistik, Siswa SMAN 1 Pupuan Tabanan Antusias Ikuti Workshop Penulisan dan Peliputan Berita

Universitas akan mengambil langkah tegas kepada mahasiswa yang terlibat, sekaligus memperkuat sosialisasi tentang etika komunikasi publik dan penggunaan media sosial yang bertanggung jawab. Setiap bentuk kekerasan, perundungan, atau tindakan yang mencederai martabat sivitas akademika akan diproses sesuai dengan peraturan universitas yang berlaku.

Universitas tidak akan segan memberikan sanksi tegas kepada pelaku kekerasan di lingkungan kampus, sesuai hasil pemeriksaan Satgas PPK dan otoritas berwenang.

Rektor Universitas Udayana, Prof. I Ketut Sudarsana, menyampaikan rasa prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa yang menimpa almarhum.

“Kami sangat berduka atas kepergian salah satu mahasiswa terbaik kami. Universitas Udayana 

turut merasakan kesedihan yang mendalam bersama keluarga dan seluruh civitas akademika," kata Sudana.

Kemudian, Sudana menegaskan kampus harus menjadi ruang aman, berempati, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

"Universitas akan menindak tegas setiap pelanggaran yang mencederai nilainilai kemanusiaan dan kehormatan akademik,” ujar Rektor.

 Baca Juga: C&F Rayakan Ulang Tahun ke-31 dengan Roadshow di Level 21 Mall Denpasar, Tegaskan Bukan Hanya Brand Parfum

Rektor Udayama mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi dan 

pembelajaran bersama tentang pentingnya empati, rasa  hormat, dan kepedulian antar sesama mahasiswa.

Universitas Udayana juga terus memberikan pendampingan psikologis bagi rekan-rekan mahasiswa dan civitas akademika yang terdampak, serta berkomitmen memperkuat program kesehatan mental dan literasi digital di lingkungan kampus.

"Kami menghormati privasi keluarga almarhum dan berharap seluruh pihak dapat menghentikan penyebaran konten atau narasi spekulatif yang dapat memperburuk suasana duka," jelasnya.***

Editor : M.Ridwan
#mahasiswa bunuh diri #RS Ngoerah Denpasar #universitas udayana #mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik