Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Kepala KUA Pupuan Tewas Lakalantas di Kawasan Parkir Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk, Begini Kejadiannya

Muhammad Basir • Kamis, 30 Oktober 2025 | 14:10 WIB
GELAR OLAH TKP: Polisi menggelar Olah TKP kecelakaan dan pemasangan water barrier di TKP kecelakaan agar tidak ada lagi truk parkir liar. (Satlantas Jembrana)
GELAR OLAH TKP: Polisi menggelar Olah TKP kecelakaan dan pemasangan water barrier di TKP kecelakaan agar tidak ada lagi truk parkir liar. (Satlantas Jembrana)

 

NEGARA, RadarBali.id -  Kecelakaan maut kembali merenggut korban di jalur Denpasar-Gilimanuk. Seorang pengendara motor, yang belakangan diketahui sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Pupuan, Tabanan.

Pria nahas ini tewas seketika setelah menabrak truk boks yang sedang parkir di bahu jalan.

Korban, Ahmad Halwani Fahmi,34, diduga mengantuk saat berkendara. Lokasi parkir truk yang ternyata bukan area parkir resmi kini langsung ditutup dan dipasangi pembatas.

Insiden tragis ini terjadi pada Selasa (28/10/2025) sekitar pukul 15.00 Wita di Jalan Raya Jurusan Denpasar-Gilimanuk Kilometer 78-79, tepatnya di Banjar Tegak Gede, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo.

Korban, Ahmad Halwani Fahmi, warga Perum Puskopad, Banjar Dinas Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, mengendarai motor plat merah DK 6779 DG dari arah Gilimanuk (barat) menuju timur.

Menurut Kasatlantas Polres Jembrana, Iptu Aldri Setiawan, saat itu cuaca cerah dan arus lalu lintas sedang. "Motor yang dikendarai korban tiba-tiba bergerak ke kiri, keluar dari badan jalan, dan langsung menabrak pojok belakang kanan truk boks DK 8078 AS yang sedang parkir," jelas Iptu Aldri Setiawan.

Truk tersebut dikemudikan oleh sopir berinisial MD, asal Glenmore, Banyuwangi, dan parkir tepat di depan pintu masuk Anjungan Cerdas Rambut Siwi.

Akibat benturan keras tersebut, korban PNS yang menjabat Kepala KUA Pupuan ini mengalami cedera kepala berat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Perlu Segera Penutupan Lokasi Parkir Liar

Pihak kepolisian menyoroti lokasi kejadian. Meskipun truk parkir di luar badan jalan, lokasi di depan Anjungan Cerdas Rambut Siwi ini bukanlah lahan parkir resmi untuk truk.

Kasatlantas menegaskan bahwa lokasi tersebut sering digunakan untuk parkir liar dan pernah dipasang rambu larangan parkir yang kemudian hilang. "Kalau terkait Anjungan Cerdas yang merupakan rest area, parkirnya itu harusnya masuk ke dalam anjungan, bukan di pinggir jalan," tegasnya.

Menyusul kejadian maut ini, Satlantas Polres Jembrana bersama Dinas Perhubungan Jembrana bergerak cepat. Pada Rabu (29/10), mereka memasang water barrier di sepanjang bahu jalan depan Anjungan Cerdas Rambut Siwi untuk mencegah truk kembali parkir di lokasi tersebut.

Kebutuhan Rest Area di Jalur Tengah

Iptu Aldri Setiawan menambahkan bahwa parkir liar truk menjadi masalah akut di sepanjang jalur tengkorak Denpasar-Gilimanuk, khususnya di wilayah Kecamatan Mendoyo.

Hal ini terjadi lantaran Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk belum memiliki rest area di wilayah tengah Jembrana. Rest area baru tersedia di ujung barat (Gilimanuk) dan ujung timur (Pengeragoan).

"Kami berupaya berkomunikasi dengan pemerintah agar dapat diusulkan penyediaan rest area di kawasan tengah Jembrana, seperti Kecamatan Mendoyo, agar sopir truk memiliki tempat istirahat yang aman untuk mendinginkan ban dan diri," pungkasnya.[*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#lakalantas maut #kecelakaan maut #jalur tengkorak #parkir liar