Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tragis! Mahasiswa Stikes Lhokseumawe Tewas Terjatuh dari Puncak Menara Telekomunikasi 75 Meter

Rizki Maulizar • Kamis, 30 Oktober 2025 | 19:21 WIB
EVAKUASI JENAZAH : Seorang mahasiswa Stikes Muhammadiyah Kota Lhokseumawe, Aceh, berinisial DH, dari menara setinggi 75 meter. (istimewa)
EVAKUASI JENAZAH : Seorang mahasiswa Stikes Muhammadiyah Kota Lhokseumawe, Aceh, berinisial DH, dari menara setinggi 75 meter. (istimewa)

 

LHOKSEUMAWE, RadarBali.id  – Warga Desa Batuphat Timur, Kota Lhokseumawe, digegerkan oleh penemuan jasad seorang pemuda yang tewas mengenaskan pada Selasa pagi (28/10/2025).

Korban yang diidentifikasi sebagai DH,22, seorang mahasiswa Stikes Muhammadiyah asal Aceh Tengah, diduga tewas setelah terjatuh dari menara telekomunikasi setinggi 75 meter.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti insiden tersebut, sementara di lokasi kejadian ditemukan percikan darah di ketinggian dan barang-barang pribadi korban, termasuk foto yang tersobek.

Kronologi Penemuan Jasad di Bawah Menara

Kapolsek Muara Satu, Iptu Syadli, menjelaskan bahwa peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Zainuddin,72, seorang sopir warga setempat, usai menunaikan salat Subuh.

"Awalnya saksi duduk di depan rumahnya. Tak lama kemudian, ia mendengar suara benda jatuh dari ketinggian," kata Iptu Syadli, Rabu (29/10/2025).

Ketika saksi mendekati area tower telekomunikasi, ia mendapati korban, DH,22, sudah tergeletak di tanah dengan luka parah pada bagian kepala. Warga segera menghubungi pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut.

Ditemukan Bukti di Puncak Tower 75 Meter

Polisi yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil pemeriksaan teknis di lapangan menguatkan dugaan bahwa korban jatuh dari ketinggian.

Iptu Syadli mengungkapkan bahwa teknisi menemukan beberapa petunjuk penting:

Korban DH merupakan mahasiswa Stikes Muhammadiyah Kota Lhokseumawe, yang beralamat di Perumnas Pinangan, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah.

Penyelidikan Kasus Masih Berlanjut

Setelah proses olah TKP, jenazah DH segera dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus menyelidiki penyebab pasti jatuhnya korban dari menara setinggi puluhan meter tersebut. Polisi belum bisa memastikan apakah insiden ini murni kecelakaan atau bunuh diri atau ada faktor lain yang melatarbelakangi.[*]

Editor : Hari Puspita
#Peristiwa #aceh #musibah #mahasiswa