DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Geger, bayi perempuan mengapung di sekitar Sungai Taman Pancing Timur, Pemogan, Denpasar Selatan.
Bayi malang itu ditemukan tak bernyawa, dalam kondisi masih lengkap dengan ari-ari dan tanpa sehelai kain pun menutupi tubuhnya, Selasa 4 September 2025 sekitar pukul 16.00 WITA.
Penemuan mengerikan itu pertama kali diketahui oleh seorang buruh proyek bernama J, 43. Saat itu, ia tengah berjalan di bantaran sungai dan dikejutkan oleh benda menyerupai tubuh bayi yang mengapung di air.
“Saksi langsung memanggil temannya AS, kemudian keduanya menuju ke lokasi dan mengangkat jasad bayi ke tepi sungai,” jelas Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi, Rabu (5/11/2025).
Setelah dievakuasi, jenazah bayi ditutupi daun pisang di tepi sungai sebelum petugas kepolisian tiba di tempat kejadian perkara (TKP).
Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Denpasar yang datang sekitar pukul 17.45 WITA, langsung melakukan olah TKP. Hasil pemeriksaan awal, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.
Masih tersambung dengan tali pusar, dan memiliki anggota tubuh yang sudah sempurna, menandakan bayi lahir cukup bulan.
"Namun, pada kepala bagian kiri atas ditemukan luka yang diduga akibat benturan saat hanyut terbawa arus sungai. Sekitar pukul 18.00 WITA," bebernya. Jenazah dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah menggunakan mobil ambulans PMI Kota Denpasar untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.
Polisi hingga kini masih menyelidiki asal-usul bayi tersebut. Petugas telah meminta keterangan saksi, mengamankan lokasi dengan garis polisi, dan berupaya menelusuri rekaman CCTV di sekitar TKP. Kemungkinan besar jenazah bayi terbawa arus sungai.
Baca Juga: Disebut Halangi Bangun Pura, Ini Jawaban Kuasa Hukum PT JH
Namun penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab kematian dan siapa pihak yang bertanggung jawab.
"Kasus ini kini ditangani Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan. Polisi juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait agar melapor ke pihak berwenang," pungkas Jubir Polresta Denpasar.***
Editor : M.Ridwan