Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah! Maunya Makan di Restoran, Pesan Air Mineral Malah Diberi Cairan Pemutih, akhirnya Langsung Dilarikan ke Rumah Sakit!

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 7 November 2025 | 05:19 WIB

 

LAPOR POLISI: Barang bukti cairan yang diduga konsumen restoran Ta-Wan di komplek Mall Level 21 Denpasar beberapa waktu lalu
LAPOR POLISI: Barang bukti cairan yang diduga konsumen restoran Ta-Wan di komplek Mall Level 21 Denpasar beberapa waktu lalu

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Sebuah insiden nahas mengejutkan sekaligus membahayakan keselamatan nyawa terjadi di gerai Restoran Ta-Wan di Kota Denpasar pada Kamis siang(6/11/2025).

Konsumen nahas, berinisial NPORD  ini pun akhirnya dilarikan ke rumah sakit setelah menenggak cairan yang diduga kuat adalah cairan pembersih atau cairan pemutih berbahaya di dalam botol air mineral.

NPORD, kala itu tengah menikmati santap siang sekitar pukul 13.10 Wita. Ia memesan sejumlah menu, termasuk bubur spesial Ta-Wan dan dua botol air mineral.

Petaka terjadi setelah korban meminum salah satu botol air mineral tersebut.

"Korban langsung merasakan sensasi terbakar pada tenggorokan, mual, dan rasa tidak normal pada cairan yang diminum," ungkap Edward Tobing, kuasa hukum korban.

Setelah diperiksa, terungkap fakta yang mengagetkan: botol air mineral tersebut tidak berisi air. Melainkan cairan pembersih yang sangat korosif dan berbahaya bagi kesehatan.

Akibat insiden fatal ini, korban kini tengah menjalani penanganan medis intensif. "Sementara Korban mengalami gejala keracunan serius dan harus mendapatkan penanganan medis segera. Hasil visum sedang dilakukan di RS. Bhayangkara Denpasar," tambah Edward Tobing,kepada Radar Bali.

Inginkan Pertanggungjawaban Penuh

Menanggapi insiden yang disebut sebagai kelalaian berat ini, Edward Tobing menegaskan bahwa pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk menuntut keadilan.

"Kami menegaskan bahwa kejadian ini bukan hanya kelalaian berat, namun juga tindakan yang dapat membahayakan nyawa konsumen," ujar Tobing dalam konferensi persnya, menyampaikan lima poin tuntutan utama:

Mengecam keras kelalaian pihak Restoran Ta-Wan yang menyajikan minuman berbahaya. Menuntut pertanggungjawaban penuh secara hukum maupun moral dari pengelola rumah makan.

Pihak pengacara juga telah mengumpulkan bukti-bukti kuat, termasuk botol minuman beracun, rekam medis, dan kesaksian di lokasi. Juga akan menempuh langkah hukum sesuai KUHP dan Undang-Undang Perlindungan Konsumen No. 8 Tahun 1999.

Menurut Edward, pihaknya juga mendesak pihak berwenang melakukan investigasi menyeluruh atas standar keamanan terhadap karyawan, peralatan, makanan, dan minuman di Ta-Wan agar kejadian serupa tidak terulang.

Kejadian ini menurutnya, telah menyebabkan trauma fisik dan psikologis, serta menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang bagi kliennya.

"Kami akan terus mengawal proses hukum ini sampai klien kami mendapatkan keadilan dan pertanggungjawaban yang layak," tutup Edward Tobing, mendesak semua pelaku usaha meningkatkan standar kehati-hatian dan keamanan dalam penyajian produk.

Dari pihak Outlet Ta Wan di Level 21 Mall Denpasar, semalam saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bali belum ada jawaban terkait peristiwa ini. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#denpasar #cairan pembersih #air mineral #restoran