Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Hendak Pulang Kampung, Perantau Aceh Ini Mendadak Meninggal di Bandara Kuala Lumpur

Rizki Maulizar • Sabtu, 8 November 2025 | 05:51 WIB
DIPULANGKAN JENAZAHNYA : Pemuda asal Gampong Meunasah Lincah, Bireuen, Aceh, yang meninggal dipulangkan jenazahnya. (ist)
DIPULANGKAN JENAZAHNYA : Pemuda asal Gampong Meunasah Lincah, Bireuen, Aceh, yang meninggal dipulangkan jenazahnya. (ist)

 

RadarBali.id– Takdir tak dapat ditolak. Seorang pemuda, pekerja migran asal Aceh, AA,33, asal Gampong Meunasah Lincah, Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, meninggal dunia di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA), Malaysia.

Kejadian berlangsung  Selasa (4/11/2025). Almarhum menghembuskan napas terakhir saat menunggu jadwal penerbangan pulang ke kampung halaman setelah setahun merantau.

Kabar duka ini sontak menyelimuti keluarga di Aceh, apalagi AA baru saja berkomunikasi dengan mereka beberapa jam sebelum meninggal. Kebahagiaan menanti kepulangan seketika berubah menjadi duka mendalam.

AA dilaporkan sempat mengalami sesak napas di area bandara dan meninggal dunia sebelum sempat dirujuk ke Hospital Sultan Idris Shah Serdang, Selangor.

Menurut keterangan keluarga, almarhum memang memiliki riwayat penyakit jantung. Namun, hasil pemeriksaan di Malaysia menyebutkan penyebab meninggalnya adalah infeksi paru-paru (pneumonia). AA diketahui baru satu tahun merantau ke Malaysia dan berencana pulang untuk menjenguk orang tua.

Mengetahui musibah tersebut, pihak keluarga melalui Keuchik Gampong Meunasah Lincah segera mengirimkan surat resmi memohon bantuan kepada Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma.

Menanggapi permohonan tersebut, Haji Uma bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama Ketua Group Aceh Bersatu (GAB) Malaysia, Junaidi R, untuk mengurus proses administrasi dan pemulangan jenazah ke Tanah Air.

“Begitu menerima laporan dari pihak keluarga, saya langsung berkoordinasi dengan tim penghubung di Malaysia agar proses pemulangan berjalan lancar,” ujar Haji Uma. “Tugas kita memastikan jenazah dapat segera kembali dan dimakamkan dengan layak di kampung halaman.”

Jenazah AA dipulangkan ke Tanah Air menggunakan pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH 860 dan tiba di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara, pada Kamis (7/11/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

Di Kualanamu, jenazah disambut oleh staf penghubung Haji Uma. Selanjutnya, jenazah langsung dibawa menuju kampung halaman di Bireuen menggunakan ambulans milik BP3MI yang difasilitasi oleh Haji Uma melalui lembaga tersebut.

Adik kandung almarhum, Randayani, menyampaikan rasa terima kasih mendalam. “Kami dari pihak keluarga tidak dapat membalas kebaikan Haji Uma, Ketua GAB Junaidi R, BP3MI, serta semua pihak di Malaysia dan Aceh yang telah membantu. Hanya Allah yang dapat membalas semua kebaikan tersebut,” ucapnya haru.

Almarhum AA dikenal sebagai sosok yang jujur, ramah, dan mudah bergaul di Gampong Meunasah Lincah. Kepergiannya menjadi duka mendalam bagi masyarakat setempat.[*]

Editor : Hari Puspita
#aceh #pemulangan jenazah #meninggal mendadak #kuala lumpur #pekerja migran