Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ketika Tamu Restoran Ta Wan diduga Keracunan Makan dan Minuman, Manajemen Cuek, Polda Bali Segera Usut

Andre Sulla • Minggu, 9 November 2025 | 06:22 WIB

 

 

MAIN RACUN?: Suasana tidak begitu ramai di Restoran Ta Wan di Level 21 Mall Denpasar, usai insiden konsumen menenggak cairan pemutih
MAIN RACUN?: Suasana tidak begitu ramai di Restoran Ta Wan di Level 21 Mall Denpasar, usai insiden konsumen menenggak cairan pemutih

Momen makan siang berubah jadi petaka bagi Ni Putu Oka Artha Rafinta Dewi, 36, pelanggan Ta Wan restoran di lantai dua Mall Level 21 Denpasar keracunan minuman, Kamis 6 September 2025 sekitar pukul 14.00 WITA.

 

SUASANA penuh ketegangan restoran Ta Wan di Level 21 Mall, Denpasar, Kamis (6/11) sekitar pukul 14.00 WITA. Seorang pengunjung perempuan dikabarkan menenggak cairan pemutih yang disangka air mineral. Tanpa curiga, korban meneguk isi botol di meja yang dikiranya air mineral. Namun bukannya meneguk air, cairan yang masuk ke tenggorokannya justru cairan pemutih.

Sat telah masuk ke tubuh Ibu Rumah Tangga ini seketika bereaksi. Ia muntah hebat hingga cairan itu mengenai celana anaknya. Anehnya, bagian celana yang terkena muntahan langsung memutih. Menyadari apa yang terjadi, panik sekaligus marah. Menindaklanjuti peristiwa tersebut dan bergegas menuju rumah sakit guna mendapat penanganan medis demi menyelamatkan nyawanya.

Korban sempat menjalani pemeriksaan di RS Bhayangkara Denpasar. Sementara itu, pihak restoran dipanggil untuk dimintai pertanggungjawaban. Namun bukannya bergerak cepat, manajemen justru meminta korban menunggu pertemuan dengan manajer pusat di Jogja pekan depan. Karena respon lambat, membuat korban semakin geram.

 Baca Juga: Nenek Terpidana Mati dan Pria Seumur Hidup Bebas dari Bayangan Eksekusi Mati, Dipulangkan ke Inggris dengan Pertimbangan ini

Ia menilai pihak restoran tidak menunjukkan itikad baik dan justru mencoba “menambal” masalah dengan tawaran makan dan minum gratis.

Bagi korban, insiden yang nyaris merenggut nyawa itu tak bisa dianggap sepele. Wanita tersebut melaporkan kejadian ke pihak berwajib sekitar pukul 17.00 WITA. Terkait masalah tersebut Kepolisian Daerah Bali segera usut tuntas Laporan seorang konsumen bernama Ni Putu Oka Artha Rafinta Dewi.

Sebab wanita ini mengalami keracunan akibat mengkonsumsi makanan dan minuman di restoran ada di pusat belanja di Denpasar tersebut. Perempuan 36 tahun asal Sempidi, Badung itu mengaku merasakan sakit di tenggorokan, pusing, penglihatan kabur, serta mual dan muntah sesaat setelah makan di restoran TA Wan yang berlokasi di pusat perbelanjaan tersebut.

 Baca Juga: Warga Jimbaran Minta Jangan Terprovokasi Medsos terkait Polemik Pura Belong Batu Nunggul

Kondisinya bahkan sempat memburuk hingga harus menjalani observasi medis. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Bali Kombes Pol Ariya Kombes Pol Ariasandy, S.I.K., membenarkan bahwa pihak Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) telah menerima Pengaduan Masyarakat dengan nomor STPL/2192/XI/2025/SPKT/Polda Bali.

Ditreskrimsus akan ditindaklanjuti. Tentunya untuk memastikan ada tidaknya kelalaian pihak restoran dalam penyajian makanan yang dikonsumsi pelapor.

"Nantiya kami akan tindak lanjuti. Tentunya dalami keterangan saksi, ahli, bukti-bukti pendukung. Tentu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP)," singkatnya. Sementara itu sumber lain mengatakan, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Ni Putu Oka Artha Rafinta Dewi melaporkan restoran Ta Wan di Mall Level 21 Denpasar ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali.

Laporan dibuat setelah ia diduga mengalami gejala mirip keracunan usai meminum air mineral kemasan yang disajikan pihak restoran, Kamis (6/11). Perempuan asal Sempidi, Badung ini datang ke restoran sekitar pukul 14.00 Wita bersama anak dan temannya. Ia memesan bubur spesial, mantau goreng, dan dua botol air mineral merk PRIMA.

 Baca Juga: Cek Fakta! Pura Belong Batu Nunggul Tidak Tercatat dalam Prasasti Sejarah

Namun baru beberapa teguk, ia merasa ada yang aneh pada minuman tersebut.

“Mulut saya terasa kebas dan aneh, lalu ia muntah minuman itu,” ungkapnya dalam kronologis tertulis yang diterima Polda Bali, saat membuat laporan. IRT ini sempat menanyakan kepada pelayan dan supervisor restoran mengenai minuman itu, namun tidak mendapat jawaban memuaskan.

Merasa khawatir, dia angsung memeriksakan diri ke RS Bhayangkara Denpasar dan menerima penanganan medis serta obat sirup. Ia juga diminta melakukan visum untuk memperkuat laporan. Oka mengaku peristiwa itu membuatnya syok dan merasa keselamatan dirinya serta keluarga terancam.

“Saya sebagai konsumen sangat dirugikan,” tulisnya dalam pengaduan perlindungan konsumen tertanggal 6 November 2025.

 Baca Juga: Konsulat-Jenderal Australia di Bali Pamerkan Peluang Belajar di Festival Pendidikan dan Budaya Internasional Universitas Udayana 2025

Sebagai bukti, Oka melampirkan fotokopi KTP, surat kuasa hukum, struk pembayaran, tanda bukti pembelian, serta hasil pemeriksaan kesehatan. Ia berharap pihak kepolisian menindaklanjuti dugaan pelanggaran perlindungan konsumen tersebut.

Dikonfirmasi terpisah terkait peristiwa ini, Supervisor outlet TaWan, Hartadi Sosiawan, 31, membenarkan bahwa cairan berbahaya itu berasal dari botol kosong milik karyawan mereka.

Botol tersebut semula digunakan untuk menyimpan cairan pembersih dan tertukar dengan wadah minum pelanggan.

“Awalnya botol itu kosong, lalu diisi cairan pembersih. Tapi semalam gak sempat dibawa pulang sama karyawan kami,” jelas Hartadi saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, botol berisi cairan pemutih itu dibawa oleh seorang karyawati berinisial Y. Saat restoran tutup, Y berniat membawa pulang botol itu, namun tertinggal di area dapur.

 Baca Juga: Bali Digital Innovation Festival 2025: Bank Indonesia Perwakilan Bali Gelar Sosialisasi dan Edukasi QRIS Tapventure

Keesokan paginya, tanpa disadari, botol tersebut sudah berpindah ke bagian tempat minum pelanggan.

“Pagi-paginya sudah ada di sana. Sekitar jam setengah dua, korban pesan dua air mineral, dua bubur, dan mantau,” lanjutnya.

Belum jelas siapa yang memindahkan botol itu. Pihak manajemen kini memeriksa rekaman CCTV untuk memastikan kronologi dan kelalaian yang terjadi.

“Saya sendiri kurang tahu siapa yang taruh di situ, masih kami cek lewat CCTV pusat,” tutup Hartadi.***

Editor : M.Ridwan
#level 21 mall #minuman #polda bali #cairan pemutih #keracunan makanan