DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Drama asmara berujung tragedi berdarah terjadi lagi. Brondong inisial FJ, 20, nekat menusuk kekasihnya sendiri, PHKN, 34, hanya karena pertengkaran sepele.
Setelah sempat kabur ke Jawa, pelariannya kandas di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Minggu 9 September 2025 sekitar pukul 12.30 WITA. Kejadian berlangsung di Jalan Pulau Seribu, Denpasar Barat,
Ia diamankan saat berusaha menyeberang ke Pulau Jawa dengan menumpang bus Damri. Tim gabungan Polresta Denpasar dan Polsek Gilimanuk bergerak cepat setelah menerima informasi arah pelarian FJ.
Ia akhirnya ditemukan bersembunyi di bangku belakang bus dan langsung digelandang ke Polsek Denpasar Barat untuk menjalani pemeriksaan intensif.
“Pelaku sudah diamankan. Saat ini masih kami periksa untuk mengetahui motif dan alat yang digunakan,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol Ketut Sukadi, Senin (10/11). Peristiwa berdarah itu dipicu pertengkaran kecil pagi itu sekitar pukul 08.30 WITA.
Yakni, wanita ini menolak ajakan pelaku untuk berangkat kerja bersama. FJ yang tersulut emosi dan laingsung naik pitam.
"Ia lalu menusuk korban tiga kali di bagian pantat menggunakan benda tajam yang diduga kunci motor," beber Jubir Polresta Denpasar.
Dalam kondisi bersimbah darah, wanita ini sempat berlari ke rumah warga sekitar untuk meminta pertolongan. Ia kemudian dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.
“Korban masih dirawat dan mengalami tiga luka tusuk,” tambah Sukadi. Dari penyelidikan awal, hubungan keduanya memang kerap diwarnai kekerasan. Polisi kini mendalami kemungkinan adanya motif lain di balik aksi brutal tersebut.
“Dari keterangan awal, korban mengaku sudah beberapa kali dipukul pelaku,” kata Sukadi. Sejumlah barang bukti seperti pakaian korban dan benda tajam yang digunakan untuk melukai sudah diamankan dari lokasi kejadian.
Saksi mata, NMS, 54, mengatakan sempat melihat langsung aksi pelaku. “Pelaku turun dari motor, langsung menusuk korban dari belakang. Korban lari ke arah timur, tapi sempat dikejar,” ujarnya dikutip Kasi Humas.
Setelah menerima laporan, Unit Opsnal Polresta Denpasar langsung berkoordinasi dengan petugas KP3 Gilimanuk. Sekitar pukul 12.00 siang, bus Damri yang ditumpangi FJ berhasil dihentikan di depan Pasar Umum Gilimanuk.
Pelaku pun tak berkutik saat ditemukan bersembunyi di bangku belakang. "Kini, FJ harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Polisi masih terus mendalami motif di balik tindakannya yang hampir merenggut nyawa sang kekasih," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan