Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! Dua Pekerja Proyek Terseret Arus Sungai Bilukpoh Jembrana, Satu Tewas, Satu Hilang

Muhammad Basir • Jumat, 14 November 2025 | 12:06 WIB
MASIH TERUS DICARI : Pencarian buruh proyek yang hilang terseret arus sungai Bilukpoh, pada hari kedua pencarian .(foto:SAR Jembrana)
MASIH TERUS DICARI : Pencarian buruh proyek yang hilang terseret arus sungai Bilukpoh, pada hari kedua pencarian .(foto:SAR Jembrana)

 

NEGARA, RadarBali.id-  Musibah tragis menimpa dua pekerja proyek di Sungai Bilukpoh, Banjar Penyaringan, Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana, pada Rabu (12/11/2025) sore.

Dua pekerja terseret arus deras saat mandi usai bekerja. Satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya hingga kini masih dalam pencarian.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.00 Wita di tengah hujan deras tersebut juga nyaris merenggut nyawa seorang rekan kerja yang berusaha memberikan pertolongan.

Kronologi dan Upaya Pertolongan

Dua korban, Syahrudy Rizqy Tampu Bolon,46 dan Abdurrahman Agus,57, baru saja menyelesaikan pekerjaan rehabilitasi Bendung Telepus. Mereka memutuskan mandi di aliran sungai. Sekitar 15 menit berselang, air bah tiba-tiba datang dari hulu sungai dengan cepat dan volume besar, membuat keduanya tak sempat menyelamatkan diri dan langsung terseret arus.

Rekan kerja korban, Abdul Rozak Agus Maulana, yang menyaksikan kejadian tersebut langsung berteriak meminta pertolongan. Dua pekerja lain, Beni Trisnawardi dan Moch Riski Nanda Saputra,22, bergegas berlari ke pinggiran sungai.

Nahas, Moch Riski Nanda Saputra yang mencoba menolong justru ikut terseret arus sungai. Beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri dan segera dilarikan ke Puskesmas 1 Mendoyo untuk penanganan medis.

"Teman korban yang menolong dan sempat terseret arus masih bisa menyelamatkan diri," jelas Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra.

Satu Sudah Ditemukan tapi Dalam Keadaan Meninggal

Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian tak lama setelah kejadian. Sekitar pukul 18.33 WITA, korban Syahrudy Rizqy Tampu Bolon (asal Surabaya) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di pantai wilayah Desa Delod Berawah, tidak jauh dari muara sungai. Jenazah korban segera dibawa ke RSU Negara.

Sementara itu, korban Abdurrahman Agus (asal Jombang, Jawa Timur), masih belum ditemukan.

Pencarian Korban Dilanjutkan di Hari Kedua

Pencarian korban hilang dilanjutkan pada Kamis (13/11). Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, menyatakan tim SAR gabungan fokus melakukan penyisiran dari aliran sungai hingga ke pantai.

"Kami fokuskan dulu pencarian di aliran sungai hingga muara," ujar Dewa Putu Hendri Gunawan, Kamis (13/11/2025).

Mengingat kondisi sungai yang rata-rata dangkal, proses pencarian tidak dapat menggunakan perahu karet. Seluruh tim SAR melakukan penyisiran dengan berjalan kaki dari titik hilangnya korban hingga muara sungai dan pantai sekitarnya—sekitar 3 kilometer dari lokasi awal korban terseret.

Hingga pencarian hari kedua, korban Abdurrahman Agus belum juga ditemukan. Pihak SAR juga mengharapkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan keberadaan korban. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#sungai Bilukpoh #buruh proyek #hilang di sungai #jembrana #terseret arus #orang hilang