Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sempat Trauma Usai Kejadian Temannya Hanyut dan Meninggal, Pekerja Proyek Bendung akhirnya Tetap Dilanjutkan

Muhammad Basir • Kamis, 20 November 2025 | 18:52 WIB
PROSES PENGERJAAN : Kondisi Bendung Telepus yang masih proses perbaikan. (foto : M.Basir)
PROSES PENGERJAAN : Kondisi Bendung Telepus yang masih proses perbaikan. (foto : M.Basir)

 

Gegara musibah hanyut terbawa arus sungai Bilukpoh, kejadian itu sempat menimbulkan trauma bagi teman-temannya. Peristiwa pekerja Bendung Telepus hanyut di sungai Bilukpoh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana,tidak mengganggu proses pembangunan bendung. Bendung Telepus yang rusak sejak tahun 2022 itu ditargetkan selesai akhir tahun ini.

SEPERTI dituturkan Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, Gede Sugianta, mengatakan, peristiwa pekerja bandung yang hanyut memang sempat pekerja lain kaget dan trauma.

Tapi setelah peristiwa tersebut pekerja lain masih bisa melanjutkan pekerjaan keesokan harinya. ”Setelah peristiwa itu, pekerjaan bendung tetap dilanjutkan,” ujarnya.

Menurutnya, proses pembangunan Bendung Telepus memang sering terganggu dengan aliran sungai yang sering terjadi banjir. Namun pembangunan Bendung Telepus ditargetkan selesai tepat waktu pada bulan Desember mendatang. ”Target selesai Desember ini,” ujarnya.

Bendung Telepus, salah satu infrastruktur yang hancur total pada saat banjir bandang pada bulan Oktober 2022 lalu. Bendung yang sudah ditangani dengan pemasangan bronjong tersebut harus dibangun ulang.

Banjir bandang, tidak hanya membuat bendung telepus hancur total tetapi juga menggeser daerah aliran sungai yang membuat saluran air primer rusak.

Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya Bendung Telepus dibangun lagi. Pembangunan anggaran belanja pusat melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida.

Bendung Telepus salah satu dari empat bendung yang dianggarkan sebesar Rp 33 miliar. ”Se -Bali ada empat kegiatan dari total anggaran pusat itu, salah satunya Bendung Telepus,” ujar

Pembangunan bendung merupakan Instruksi Presiden (Inpres) yang memerintahkan percepatan pembangunan bendung berikut jaringan irigasinya di sejumlah daerah. Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis menekan krisis air irigasi yang saban musim tanam dikeluhkan para petani.

Sugianta menambahkan, Bendung Telepus ini merupakan infrastruktur penting bagi pertanian di wilayah Kecamatan Mendoyo.

Karena bendung ini  untuk pengairan lahan pertanian sekitar 1500 hektar, sehingga jika tidak segera diperbaiki akan berdampak kekurangan pada lahan pertanian. [*]

Editor : Hari Puspita
#Terbawa Arus #sungai Bilukpoh #musibah #jembrana #banjir