NEGARA, Radar Bali.id- Pelaku vandalisme terhadap bendera Merah Putih ditangkap tim dari Polda Bali setelah mendapat laporan.
Penangkapan yang dilakukan dengan Gerak cepat alias gercep itu diungkapkan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol. Dr. I Gede Adhi Mulyawarman didampingi Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy dalam konferensi pers yang digelar di Aula Ditreskrimum Polda Bali, Denpasar, Kamis (20/11/2025).
Di sisi lain, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, menyampaikan kecaman kerasnya seusai acara rapat koordinasi dengan Kapolres Jembrana dan Dandim Jembrana Rabu (19/11/2025) malam lalu.
Bupati Kembang menyampaikan bahwa peristiwa penurunan dan mencoret-coret bendera Merah Putih oleh pelaku sangat mengagetkan. ”Bagia saya bendera Merah Putih itu bukan sekadar kain, tapi simbol kedaulatan, sejarah, perjuangan, ini adalah sesuatu yang menurut saya sudah melecehkan lambang negara,” tegasnya.
Karena itu, setelah informasi mengenai penurunan dan pencoretan bendera merah putih beredar, meskipun di tengah merayakan Hari Raya Galungan melakukan koordinasi dengan Polres Jembrana dan Kodim 1617 Jembrana untuk menyelesaikan masalah ini. ”Kami serahkan sepenuhnya kepada kapolres untuk kasus ini,” terangnya.
Dengan peristiwa ini, Kembang mengimbau masyarakat Jembrana untuk tetap menjaga kondusivitas Jembrana. Menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menangani. ”Saya juga berharap untuk masyarakat Jembrana tidak terprovokasi, tetap tenang. Masalah ini sudah ditangani bersama. Polisi sudah bekerja keras,” ungkapnya.
Bupati Kembang menyampaikan bahwa siapapun oknum pelakunya, pasti akan ada sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Apa lagi memang dilakukan secara sengaja.
Mengantisipasi kejadian serupa, pihaknya akan melakukan upaya edukasi masyarakat dan peningkatan pengamanan. Di antaranya mengenai peningkatan wawasan kebangsaan dengan edukasi masyarakat terutama generasi muda, memahami dan mengetahui wawasan kebangsaan.
Perusakan bendera merah putih ini, diharapkan tidak terjadi lagi di Jembrana yang membuat konduktivitas wilayah terganggu. ”Tidak kalah penting menjaga simbol negara, merah putih itu lambang negara simbol negara, lambang kedaulatan, simbol persatuan, ada sejarah, nilai perjuangan. Sebagai generasi muda penerus perjuangan betul - betul dipahami, hayati. Kobarkan semangat perjuangan pendiri bangsa,” jelasnya.
Selain itu, pengamanan sekitar Kantor Bupati dan objek viral lain akan ditingkatkan untuk mencegah peluang atau kesempatan pelaku kejahatan melakukan tindakan melawan hukum. "Sudah ada pengamanan, ada CCTV juga, petugas yang jaga sudah ada. Tapi namanya oknum mecari celah. Kondisi di tengah fokus hari raya, sehingga dimanfaatkan celah. Petugas jaga ke depan agar lebih waspada,” terangnya, sebelum penangkapan pelaku oleh Polda Bali.[*]
Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati mengatakan, kasus penurunan dan corat-coret bendera merah putih ini masih diselidiki. ”Kam masih lakukan penyelidikan, telusuri berdasarkan petunjuk yang ada,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, bendera merah putih di Taman Pecangakan, depan kantor Bupati Jembrana, dirusak dengan cara di corat coret tulisan menggunakan cat. Vandalisme pada bendera tersebut, diduga dilakukan pada Selasa (18/11) malam. Pada saat vandalisme dilakuan, ada yang merekam video dan beredar luas di sosial media.
Bendera yang berada di atas tiang bendera, tepatnya lapangan Taman Pecangakan, Rabu (19/11) pagi masih terpasang. Terlihat tulisan pada bendera merah putih tulisan dengan cat warna putih. [*]
Editor : Hari Puspita