DENPASAR, Radar Bali.id - Gunung Semeru, yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl), meletus pada Rabu (19/11/2025).
Letusan dahsyat tersebut menyemburkan awan panas sejauh lebih dari 5 kilometer, memicu penutupan sementara aktivitas pendakian dan memaksa sejumlah warga di Lumajang untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Namun, di tengah kekhawatiran dampak abu vulkanik, kabar melegakan datang dari Bali.
Operasional Bandara Ngurah Rai Aman Terkendali
Meskipun Gunung Semeru kembali erupsi, operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dilaporkan berjalan normal dan lancar.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab, menegaskan bahwa hingga sore hari pada Kamis (20/11/2025), tidak ada satupun penerbangan dari dan menuju bandara yang terdampak abu vulkanik.
"Sehubungan dengan erupsi Gunung Semeru pada Rabu 19 November 2025, dapat kami sampaikan seluruh operasional penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai berjalan normal dan lancar," ujar Ahmad Syaugi Shahab pada Kamis (20/11/2025).
Ia menambahkan, "Tidak terdapat penerbangan yang terdampak baik yang datang maupun berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Operasional masih tetap berjalan normal."imbuhnya.
Imbauan untuk Tiba Lebih Awal
Meskipun kondisi operasional bandara berjalan normal, pihak manajemen tetap mengimbau kepada seluruh pengguna jasa angkutan udara untuk mengambil langkah pencegahan.
"Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk tiba di bandara lebih awal dan memastikan jadwal penerbangannya dengan pihak maskapai secara berkala," tandasnya.
Imbauan ini disampaikan guna memastikan para penumpang tidak mengalami kendala dan dapat menyesuaikan jadwal penerbangan seandainya terjadi perubahan mendadak dari pihak maskapai.[*]
Editor : Hari Puspita