JEMBRANA, Radar Bali.id-– Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Desa Pengambengan, Jembrana, pada Kamis (20/11/2025) dini hari.
Mayat dengan kondisi mengenaskan ini ditemukan oleh nelayan yang hendak pulang melaut. Mayat tersebut diduga kuat adalah Abdurahman Agus,57, pekerja asal Jombang, Jawa Timur, yang hanyut di aliran Sungai Bilukpoh, Kecamatan Mendoyo, beberapa waktu lalu.
Penemuan mayat bermula ketika Imron (50), nelayan setempat, dalam perjalanan pulang melaut sekitar pukul 04.30 Wita. Ia melihat benda mencurigakan mengapung di tengah laut.
“Saat didekati, ternyata mayat yang mengapung dengan kondisi mengenaskan dan mengeluarkan bau tak sedap,” ujar sumber.
Tanpa menunggu tim evakuasi, Imron berinisiatif mengambil tindakan cepat. Setelah sempat mengirimkan video temuan kepada nelayan lain di darat, ia langsung membungkus mayat yang belum diketahui identitasnya itu menggunakan plastik dan membawanya ke pantai menggunakan sampan fiber miliknya.
Sekitar pukul 05.20 Wita, rekan Imron di darat menghubungi piket jaga Satuan Polairud Polres Jembrana untuk melaporkan penemuan tersebut.
Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, membenarkan adanya laporan tersebut. "Kami dapat informasi dari nelayan adanya temuan mayat di tengah laut," kata AKP Suparta.
Ciri-ciri dan Proses Identifikasi
Mayat berhasil dibawa Imron dan bersandar di breakwater Kolam Labuh PPN Pengambengan sekitar pukul 07.00 Wita. Petugas segera mengevakuasi jenazah ke RSU Negara.
Dari identifikasi sementara, mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki, tidak mengenakan pakaian, memiliki tinggi badan sekitar 150 sentimeter, dan kulit badannya sudah mengelupas parah.
Meskipun jenazah sudah sulit dikenali, mayat tersebut diduga Abdurahman Agus, seorang pekerja di Bendung Telepus Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Korban Abdurahman sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus sungai saat mandi pada Rabu (12/11/2025).
Rekan kerjanya yang juga hanyut sudah ditemukan tak bernyawa beberapa jam setelah kejadian.
"Masih dilakukan proses identifikasi di RSU Negara. Jenazah memang sudah susah dikenali. Mayat dibawa ke RSUD Negara untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut," tutup AKP Suparta.
Tim identifikasi Polres Jembrana dan RSU Negara masih terus melakukan pemeriksaan untuk memastikan identitas dan penyebab pasti kematian korban.[*]
Editor : Hari Puspita