Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ditemukan Mengapung di Tengah Laut Pengambengan, Mayat Ini Diduga Pekerja yang Hanyut dari Sungai Bilukpoh

Muhammad Basir • Jumat, 21 November 2025 | 14:25 WIB
DIDUGA PEKERJA PROYEK : Evakuasi mayat yang di temukan nelayan di Perairan Desa Pengambengan. (foto: Satpolairud Jembrana)
DIDUGA PEKERJA PROYEK : Evakuasi mayat yang di temukan nelayan di Perairan Desa Pengambengan. (foto: Satpolairud Jembrana)

 

JEMBRANA, Radar Bali.id-– Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Desa Pengambengan, Jembrana, pada Kamis (20/11/2025) dini hari.

Mayat dengan kondisi mengenaskan ini ditemukan oleh nelayan yang hendak pulang melaut. Mayat tersebut diduga kuat adalah Abdurahman Agus,57, pekerja asal Jombang, Jawa Timur, yang hanyut di aliran Sungai Bilukpoh, Kecamatan Mendoyo, beberapa waktu lalu.

Penemuan mayat bermula ketika Imron (50), nelayan setempat, dalam perjalanan pulang melaut sekitar pukul 04.30 Wita. Ia melihat benda mencurigakan mengapung di tengah laut.

“Saat didekati, ternyata mayat yang mengapung dengan kondisi mengenaskan dan mengeluarkan bau tak sedap,” ujar sumber.

Tanpa menunggu tim evakuasi, Imron berinisiatif mengambil tindakan cepat. Setelah sempat mengirimkan video temuan kepada nelayan lain di darat, ia langsung membungkus mayat yang belum diketahui identitasnya itu menggunakan plastik dan membawanya ke pantai menggunakan sampan fiber miliknya.

Sekitar pukul 05.20 Wita, rekan Imron di darat menghubungi piket jaga Satuan Polairud Polres Jembrana untuk melaporkan penemuan tersebut.

Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, membenarkan adanya laporan tersebut. "Kami dapat informasi dari nelayan adanya temuan mayat di tengah laut," kata AKP Suparta.

Ciri-ciri dan Proses Identifikasi

Mayat berhasil dibawa Imron dan bersandar di breakwater Kolam Labuh PPN Pengambengan sekitar pukul 07.00 Wita. Petugas segera mengevakuasi jenazah ke RSU Negara.

Dari identifikasi sementara, mayat tersebut berjenis kelamin laki-laki, tidak mengenakan pakaian, memiliki tinggi badan sekitar 150 sentimeter, dan kulit badannya sudah mengelupas parah.

Meskipun jenazah sudah sulit dikenali, mayat tersebut diduga Abdurahman Agus, seorang pekerja di Bendung Telepus Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo. Korban Abdurahman sebelumnya dilaporkan hanyut terbawa arus sungai saat mandi pada Rabu (12/11/2025).

Rekan kerjanya yang juga hanyut sudah ditemukan tak bernyawa beberapa jam setelah kejadian.

"Masih dilakukan proses identifikasi di RSU Negara. Jenazah memang sudah susah dikenali. Mayat dibawa ke RSUD Negara untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut," tutup AKP Suparta.

Tim identifikasi Polres Jembrana dan RSU Negara masih terus melakukan pemeriksaan untuk memastikan identitas dan penyebab pasti kematian korban.[*]

Editor : Hari Puspita
#pengambengan #jembrana #temuan mayat #Sungai Biluk Poh