AMLAPURA, Radar Bali.id– Kebakaran hebat melanda Pasar Menanga, Kecamatan Rendang, Karangasem, pada Rabu siang (19/11/2025) bertepatan dengan Hari Raya Galungan.
Total 11 ruko dilaporkan ludes terbakar. Tim Inafis Polres Karangasem pada Kamis (20/11/2025) telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dugaan sementara, api dipicu oleh dupa yang masih menyala di salah satu ruko.
Perbekel Desa Menanga, I Made Hendra Sagita, membenarkan bahwa tim Inafis sudah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Hari ini tim Inafis Polres Karangasem sudah melakukan olah TKP," ujar Sagita saat dihubungi.
Dugaan Kuat: Dupa Pemicu Kebakaran
Berdasarkan dugaan sementara, insiden ini tidak disebabkan oleh korsleting listrik seperti kebakaran yang terjadi dua tahun lalu di pasar yang sama. Kali ini, api diduga berasal dari dupa yang masih menyala di dalam ruko, mengingat kejadian berlangsung saat momen Hari Raya Galungan.
Kebakaran berawal dari tiga ruko yang berada di sisi utara. Namun, api dengan cepat membesar dan menjalar ke ruko lainnya. Hal ini dipicu oleh banyaknya barang dagangan yang mudah terbakar, seperti makanan ringan dan sarana upacara.
"Kemudian api merembet ke 8 ruko lainnya. Total ada 11 ruko yang terbakar," jelas Sagita.
Kerugian Ratusan Juta dan Hambatan Pemadaman
Berdasarkan keterangan para pedagang, kerugian yang diderita setiap korban berkisar antara Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Secara keseluruhan, total kerugian dari hitungan pihak kepolisian ditaksir mencapai angka fantastis, yaitu sekitar Rp 750 juta.
Proses pemadaman api sempat terhambat. Petugas dan armada pemadam kebakaran Kabupaten Karangasem tiba di lokasi lebih lama lantaran akses jalur Selat-Muncan terputus dan masih dalam tahap perbaikan.
Rencananya, warga dan masyarakat setempat akan segera menggelar kegiatan gotong royong untuk membersihkan sisa puing kebakaran. Langkah ini diambil agar para pedagang yang terdampak bisa segera kembali berjualan.
"Pengalaman kebakaran dua tahun lalu, pedagang yang terdampak sementara berjualan di depan ruko yang terbakar," tutup Sagita.[*]
Editor : Hari Puspita