SINGARAJA, Radar Bali.id – Pencarian heroik remaja berinisial GAPP (maaf, sekaligus ralat, bukan GPP), yang tenggelam setelah berkorban menyelamatkan adiknya dari pusaran air, berakhir tragis.
Siswa SMPN 2 Kubutambahan itu ditemukan tak bernyawa pada hari kedua pencarian, Jumat (21/11/2025), di dasar kubangan Air Terjun Kebo Iwa, Desa Mengening, Buleleng.
GAPP, warga Banjar Dinas Tegal, Desa Mengening, tenggelam pada Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 12.00 Wita. Ia terseret arus deras setelah berhasil menarik adiknya, Kadek Rapa Permana, yang lebih dulu terseret pusaran air. Rapa berhasil selamat, namun Angga justru hilang ditelan air terjun.
Pencarian Dramatis di Kedalaman Empat Meter
Operasi SAR gabungan yang melibatkan Pos SAR Buleleng, Polsek Kubutambahan, Polairud, BPBD, Balawista, serta keluarga dan warga setempat, fokus menyisir dasar kubangan air terjun.
"Sekitar pukul 09.45 Wita, setelah tim mencari di bawah air terjun dengan teknik snorkeling, korban berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia," ujar Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, Jumat (21/11/2025) siang.
Pencarian menghadapi kendala berat. Arus air terjun sangat deras dan keruh. Jarak pandang di dalam kubangan sedalam empat meter hanya mencapai satu meter. Korban ditemukan tanpa baju, hanya mengenakan celana pendek coklat, setelah hilang selama lebih dari 12 jam.
Korban Dinyatakan Henti Jantung
Jenazah Angga dievakuasi pukul 10.30 Wita dan langsung dibawa ke rumah duka atas permintaan keluarga. Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Kubutambahan II menunjukkan korban sudah mengalami henti jantung dan kaku, dengan perkiraan sudah berada di dasar air terjun lebih dari 12 jam. Tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Komang Mandiasa,40, ayah korban, mengaku ikhlas menerima musibah tersebut. Angga Putra rencananya akan dimakamkan pada Sabtu (22/11/2025) di Setra Desa Adat Mengening.[*]
Editor : Hari Puspita