Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tragis! Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Dua Hari Hilang, Remaja yang Hendak Selamatkan Adik di Air Terjun Kebo Iwa,Buleleng

Francelino Junior • Sabtu, 22 November 2025 | 13:20 WIB
SUDAH MENINGGAL : Remaja usia 15 tahun yang hendak menyelamatkan adiknya ini ditemukan sudah meninggal. (dok.Polres Buleleng)
SUDAH MENINGGAL : Remaja usia 15 tahun yang hendak menyelamatkan adiknya ini ditemukan sudah meninggal. (dok.Polres Buleleng)

 

SINGARAJA, Radar Bali.id – Pencarian heroik remaja berinisial GAPP (maaf, sekaligus ralat, bukan GPP), yang tenggelam setelah berkorban menyelamatkan adiknya dari pusaran air, berakhir tragis.

Siswa SMPN 2 Kubutambahan itu ditemukan tak bernyawa pada hari kedua pencarian, Jumat (21/11/2025), di dasar kubangan Air Terjun Kebo Iwa, Desa Mengening, Buleleng.

GAPP, warga Banjar Dinas Tegal, Desa Mengening, tenggelam pada Kamis (20/11/2025) sekitar pukul 12.00 Wita. Ia terseret arus deras setelah berhasil menarik adiknya, Kadek Rapa Permana, yang lebih dulu terseret pusaran air. Rapa berhasil selamat, namun Angga justru hilang ditelan air terjun.

Pencarian Dramatis di Kedalaman Empat Meter

Operasi SAR gabungan yang melibatkan Pos SAR Buleleng, Polsek Kubutambahan, Polairud, BPBD, Balawista, serta keluarga dan warga setempat, fokus menyisir dasar kubangan air terjun.

"Sekitar pukul 09.45 Wita, setelah tim mencari di bawah air terjun dengan teknik snorkeling, korban berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia," ujar Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, Jumat (21/11/2025) siang.

Pencarian menghadapi kendala berat. Arus air terjun sangat deras dan keruh. Jarak pandang di dalam kubangan sedalam empat meter hanya mencapai satu meter. Korban ditemukan tanpa baju, hanya mengenakan celana pendek coklat, setelah hilang selama lebih dari 12 jam.

Korban Dinyatakan Henti Jantung

Jenazah Angga dievakuasi pukul 10.30 Wita dan langsung dibawa ke rumah duka atas permintaan keluarga. Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Kubutambahan II menunjukkan korban sudah mengalami henti jantung dan kaku, dengan perkiraan sudah berada di dasar air terjun lebih dari 12 jam. Tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Komang Mandiasa,40, ayah korban, mengaku ikhlas menerima musibah tersebut. Angga Putra rencananya akan dimakamkan pada Sabtu (22/11/2025) di Setra Desa Adat Mengening.[*]

Editor : Hari Puspita
#remaja 15 tahun #tenggelam #musibah #buleleng