Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

250 Ton Beras Impor Thailand Disegel di Sabang, Bulog Aceh: Stok Lokal Cukup hingga 2026!

Rizki Maulizar • Selasa, 25 November 2025 | 00:47 WIB
ilustrasi beras petani lokal. (dok.Jawa Pos.com)
ilustrasi beras petani lokal. (dok.Jawa Pos.com)

Radar Bali.id – Kota Sabang, Aceh, baru-baru ini menerima kedatangan 250 ton beras impor dari Thailand. Namun, ironisnya, beras impor tersebut kini telah disegel di sebuah gudang di Sabang.

Fakta ini terungkap menyusul pernyataan tegas dari Perum Bulog Aceh yang menjamin stok beras lokal sangat melimpah.

Pimpinan Perum Bulog Aceh, Ihsan, dengan lantang menyatakan bahwa ketersediaan beras di provinsi tersebut sangat mencukupi hingga pertengahan tahun 2026, sehingga tidak ada kebutuhan mendesak untuk mendatangkan beras dari luar negeri.

Stok Bulog Melimpah Ruah

Ihsan merincikan bahwa stok beras di Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog Aceh saat ini mencapai angka fantastis, yakni 83.639.459 kilogram. Jumlah ini diklaim mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat Aceh hingga Juni 2026.

“Ketersediaan beras kita sangat cukup, sehingga tidak ada alasan untuk melakukan impor. Stok yang ada mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan 2026,” ujar Ihsan pada Senin (24/11/2025).

Secara khusus untuk wilayah Sabang, Bulog juga memastikan pasokan dalam kondisi aman. Stok di Gudang Cot Ba'u tercatat sebanyak 409.635 kilogram, jauh melampaui kebutuhan penyaluran Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Bantuan Pangan (Banpang) di Sabang yang berkisar 85 ton per periode.

“Dengan demikian, cadangan beras di Sabang dinyatakan aman hingga Maret 2026,” tegasnya.

Panen Gadu Perkuat Ketahanan Pangan Lokal

Selain cadangan logistik, sektor pertanian di Aceh juga turut memperkuat ketahanan pangan daerah. Ihsan menyampaikan bahwa Aceh saat ini sedang berada dalam masa panen gadu, yang berlangsung sejak September hingga November, dengan panen berikutnya akan dimulai lagi pada Februari mendatang.

“Pertanian kita di Aceh sudah sangat produktif. Dengan panen gadu yang masih berlangsung, masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan beras cukup dan terus bertambah,” jelas Ihsan.

Jaminan Harga Stabil

Ihsan menambahkan, situasi pangan nasional turut mendukung stabilitas pasokan, di mana Bulog secara nasional memiliki stok beras sebesar 3,8 juta ton. Situasi ini menghilangkan urgensi untuk melakukan impor beras ke Aceh.

Dengan stok yang berlimpah dan produksi lokal yang terus berjalan, Bulog menjamin harga beras di Aceh saat ini berada dalam kondisi stabil dan terjangkau.

“Situasi sangat kondusif. Harga stabil, stok cukup, dan pasokan aman. Masyarakat Aceh tidak perlu cemas,” pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#stok bulog #beras #beras thailand #Sabang Aceh