NEGARA, RadarBali.id – Jenazah tanpa identitas yang ditemukan mengapung oleh nelayan di perairan Desa Pengambengan pada Kamis (20/11/2025) pekan lalu, kini masih menjadi misteri yang menunggu jawaban pasti.
Meskipun keluarga korban, Abdurahman Agus,57, meyakini 99% bahwa jenazah tersebut adalah ayah mereka, identifikasi resmi masih harus menunggu hasil tes DNA.
Jenazah yang diduga kuat adalah pekerja Bendungan Telepon yang hilang terseret arus sungai Bilukpoh sejak Rabu (12/11/2025) itu, kini dititipkan di kamar jenazah RSU Negara.
Identifikasi Gagal, Tes DNA Kunci Utama
Proses identifikasi menjadi sangat sulit lantaran kondisi jenazah sudah hancur dan tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan sidik jari. Oleh karena itu, langkah tes DNA diambil sebagai satu-satunya cara untuk memastikan dugaan identitas jenazah yang sudah dilaporkan hilang selama lebih dari sepekan.
”Jenazah masih dititipkan di RSU Negara, menunggu hasil DNA,” ujar Kapolres Jembrana, AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati, saat dikonfirmasi.
Keyakinan Kuat Keluarga Berdasarkan Ciri Fisik
Sehari setelah penemuan jenazah, keluarga Abdurahman Agus asal Jombang langsung datang dan menyatakan keyakinan kuat bahwa jenazah tersebut adalah korban yang mereka cari.
Abdul Rozak Agus Maulana,29, anak kandung korban, mengaku hampir tidak memiliki keraguan sedikit pun. Keyakinan itu didasarkan pada ciri-ciri spesifik yang ia kenali: rambut dan gigi ayahnya.
Rozak menjelaskan, ayahnya memang memiliki ciri unik berupa tiga gigi atas yang sudah tanggal. Selain itu, kondisi jenazah saat ditemukan tanpa busana justru semakin menguatkan dugaan keluarga.
Pasalnya, sebelum terseret arus banjir di aliran sungai Bilukpoh, Kecamatan Mendoyo, ayahnya diketahui sedang mandi di sungai dalam kondisi tidak mengenakan pakaian.
Ditemukan Nelayan Saat Pulang Melaut
Penemuan jenazah yang menghebohkan ini pertama kali dilaporkan oleh Imron (50), seorang nelayan yang hendak pulang melaut. Imron menemukan mayat tersebut mengapung di tengah laut perairan Desa Pengambengan. Kondisi mayat yang hampir hancur langsung menimbulkan dugaan bahwa ini adalah korban hanyut yang dicari.
Kini, seluruh pihak, terutama keluarga, menanti hasil tes DNA yang diharapkan segera terbit untuk mengakhiri penantian panjang dan memberikan kepastian.[*]
Editor : Hari Puspita