Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Main di Depan Rumah, Bocah 4 Tahun Jatuh ke Irigasi dan Ditemukan Meninggal di Jarak 1,25 Km

Andre Sulla • Jumat, 28 November 2025 | 00:03 WIB

 

NAHAS: Polisi pasang pilice line di lokasi bocah jatih ke saluran irigasi di Mengwi Badung, 26 nOVEMBER 2025
NAHAS: Polisi pasang pilice line di lokasi bocah jatih ke saluran irigasi di Mengwi Badung, 26 nOVEMBER 2025

BADUNG, radarbali.jawapos.com – Peringatan bagi para orang tua untuk lebih ketat melakukan pengawasan pada putra putrinya yang masih balita.

Kabar duka menyelimuti keluarga seorang bocah laki-laki bernama Asran. Anak berusia 4 tahun ditemukan meninggal setelah terseret arus irigasi sejauh lebih dari satu kilometer dari lokasi awal ia terjatuh.

Peristiwa memilukan terjadi di Banjar Jumpayah, Desa Mengwitani, Badung, Rabu 26 November 2025 sekitar pukul 07.30 WITA.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, musibah ini terjadi di kawasan pintu masuk barat Terminal Mengwi, bocah ini hanyut terseret arus deras drainase hingga akhirnya ditemukan.

"Ya ditemukan dalam kondisi tak berdaya di aliran sungai tak," singkat sumber, Kamis (27/11).

Konfirmasi mengenai ini,Pjs. Kasubsi Penmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, S.H., membenarkan. menyebutkan peristiwa itu berlangsung ketika Ibu korban, Diana, 20, yang berjualan makanan Padang tepat di dekat lokasi mengaku tidak menyadari anaknya pergi dari pinggir sungai tempatnya biasa bermain.

 Baca Juga: Lion City Sailors vs Persib Bandung: Kelolosan ke Babak 16 Besar Ditentukan Hasil Laga Lawan Bangkok United

“Menurut ibu korban, ia sedang melayani pembeli. Sempat tengok, nasib anak saya tidak ada,” ujar Jubir Polres Badung. Panik, ia langsung mengecek rekaman CCTV di warungnya. Hasilnya membuat tubuhnya lemas, rekaman itu menunjukkan sang anak melompat sendiri ke aliran drainase yang sedang deras akibat curah hujan.

Saksi lain, Mahrip, 46, yang saat itu mandi di aliran sungai, mengatakan melihat dua tangan melintas cepat di depannya. Ia berusaha menolong, namun arus yang sangat deras membuat usahanya gagal. “saksi ini sudah coba pegang, tapi langsung terhempas karena air besar sekali,” tuturnya.

Saksi ketiga, Ni Nyoman Ratni, 45, yang sedang mencari bebek hilang di area persawahan, melihat benda menyerupai boneka mengambang di aliran kali. Setelah dipanggilkan suaminya untuk mengecek, barulah diketahui bahwa benda itu adalah tubuh seorang anak kecil.

 Baca Juga: Cegah Monopoli, Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN) Dorong Pemkab Badung Buka Izin ke Perusahaan Lain untuk Bangun Tower

Petugas kepolisian yang sedang melakukan penyisiran segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Mangusada Kapal menggunakan mobil patroli Polsek Mengwi, sekitar pukul 19.20 WITA.

Polres Badung mengimbau perangkat desa serta pengelola Terminal Mengwi agar memasang rambu peringatan dan larangan bermain di sekitar drainase. "Selain itu, disarankan pemasangan grill atau pagar pengaman di titik-titik rawan agar kejadian serupa tidak terulang," tutupnya.

Terpisah, Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula ketika Asran bermain di depan rumah dan ia diduga terpeleset dan jatuh. Warga bersama keluarga langsung melakukan pencarian hingga ke gorong-gorong, namun tak membuahkan hasil.

 Baca Juga: Mendiktisaintek Ajak Gen-Z Calon Pemimpin Bangsa untuk Berpikir Global, Pesan untuk Peserta Future Leaders Camp Regional V

Informasi kejadian baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar pada pukul 18.20 WITA dari Polres Badung. Tujuh personel SAR segera diberangkatkan dari kantor di Jimbaran. Namun sebelum tim tiba, kabar mengejutkan diterima di tengah perjalanan.

“Korban bernama Asran sudah ditemukan oleh warga yang kebetulan melintas. Jasadnya berada di aliran sungai Desa Kekeran, sekitar 1,25 km dari lokasi jatuh,” terang Kadek Adi Yudana, koordinator tim SAR di lapangan.Tim SAR gabungan mengevakuasi korban dalam keadaan meninggal dunia.

Penemuan itu langsung dilaporkan ke pihak kepolisian yang sejak awal turut melakukan pencarian. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Mangusada Badung menggunakan mobil patroli Polsek Mengwi. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, diantaranya Polsek Mengwi, Bhabinkamtibmas.

Selain itu, ada juga Pol Air Polres Badung, Kepala Desa Kekeran, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

"Musibah ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di wilayah dengan aliran irigasi dan parit yang berpotensi membahayakan," tutupnya.***

Editor : M.Ridwan
#jatuh ke air #Mengwi Badung #bocah laki laki #saluran irigasi #radarbali