JEMBRANA, RadarBali.id – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Jembrana, Bali, dalam dua hari terakhir, menyebabkan dua insiden pohon tumbang di Jalan Nasional Denpasar - Gilimanuk.
Kejadian ini sempat melumpuhkan arus lalu lintas di jalur utama penghubung Bali selatan dan barat, meski beruntung tidak ada korban jiwa dilaporkan.
Kronologi Pohon Tumbang
Pohon tumbang pertama terjadi pada Selasa (2/11/2025) dini hari sekitar pukul 03.20 Wita di Jalan Denpasar - Gilimanuk, Desa Melaya.
- Penyebab: Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, menjelaskan bahwa pohon jati dari kebun warga itu tumbang karena akar pohon yang sudah lapuk dan tidak kuat menopang dahannya.
- Dampak: Pohon dengan tinggi sekitar 12 meter dan diameter 20 sentimeter ini melintang di badan jalan, mengakibatkan arus lalu lintas tersendat parah.
- Penanganan: Tim Reaksi Cepat BPBD Jembrana segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Setelah pohon berhasil disingkirkan, lalu lintas kembali normal.
Pohon Sonokeling di Pekutatan (Senin Malam)
Insiden serupa terjadi sehari sebelumnya, Senin (1/11/2025) malam sekitar pukul 23.40 Wita, di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, Banjar Pengeragoan Dauh Tukad, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan.
- Penyebab: Pohon jenis sonokeling dilaporkan tumbang akibat hujan deras dan angin kencang.
- Penanganan: Evakuasi ditangani oleh Unit Kegiatan Lapangan (UKL) 1 Polsek Pekutatan yang dipimpin Padal Aiptu Komang Suarsa, dibantu warga setempat. Mereka menggunakan alat manual untuk membersihkan batang pohon yang menutupi jalan.
- Sistem Buka-Tutup: Selama proses pembersihan, petugas menerapkan sistem buka–tutup untuk mengurai kemacetan. Arus lalu lintas kembali lancar sekitar pukul 01.00 Wita.
Kalaksa Agus menegaskan, "Tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil dalam kedua insiden tersebut." Tandasnya.[*]
Editor : Hari Puspita