Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Kernet Truk Asal Blitar Tewas Dihantam Kayu Ganjal Ban di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Muhammad Basir • Kamis, 4 Desember 2025 | 13:46 WIB
GELAR OLAH TKP: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara  tewasnya kernet truk karena dihantam kayu ganjal ban. (Foto polres Jembrana)
GELAR OLAH TKP: Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara tewasnya kernet truk karena dihantam kayu ganjal ban. (Foto polres Jembrana)

 

NEGARA, Radar Bali.id- Sebuah insiden tragis menimpa seorang kernet truk, Bayu Irawan,22, yang tewas mengenaskan setelah diduga dihantam oleh potongan kayu ganjal ban yang terpental dengan keras.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa (2/11/2025) lalu, di area parkir sebuah rumah makan di pinggir Jalan Denpasar - Gilimanuk, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan.

Korban, yang berasal dari Kabupaten Blitar, Jawa Timur, ini meninggal saat berusaha membantu membebaskan truknya yang terperosok.

Kronologi Nahas: Ban Terperosok dan Upaya Mandiri

Kasi Humas Polres Jembrana, Ipda I Putu Budi Arnaya, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa ini murni kecelakaan kerja, bukan kecelakaan lalu lintas.

"Berdasarkan penyelidikan dan olah TKP, insiden ini diduga terjadi saat proses pemindahan kendaraan," jelas Ipda Budi, Rabu (3/11/2025).

Musibah bermula ketika truk AG 9755 RM yang dikemudikan oleh Antok Prasetyo,30, terperosok, dengan ban belakang kanan amblas ke lumpur. Sang sopir telah memanggil bantuan derek dan meminta korban menunggu.

Namun, Bayu memilih mencari bantuan dari sopir truk lain di lokasi. Seorang sopir truk bernama Sayuri,32, kemudian bersedia membantu dengan memundurkan truknya. Saat itulah, korban berinisiatif mengganjal ban truk menggunakan potongan kayu untuk memberi daya dorong agar truk bebas dari lumpur.

Ditemukan Telungkup Setelah Manuver Gagal

Sayangnya, upaya mengeluarkan truk tidak berhasil. Ketika manuver dilakukan, truk tetap tidak bergerak.

Curiga ada sesuatu yang menghalangi, Sayuri turun dari truk untuk memeriksa. Di sanalah ia menemukan Bayu Irawan dalam kondisi telungkup di dekat ban truk.

Korban segera dilarikan ke Puskesmas II Pekutatan, namun nyawanya tidak dapat tertolong.

Bukti dan Imbauan Keselamatan Kerja

Tim identifikasi Polres Jembrana menemukan bukti yang menguatkan dugaan bahwa korban tewas akibat benturan keras. Tim menemukan bercak darah, serpihan daging, topi, sandal jepit, dan potongan kayu sepanjang 85 sentimeter yang diduga kuat menghantam korban.

Hasil pemeriksaan luar menunjukkan Bayu mengalami luka berat pada bagian tubuh vital akibat tekanan benda tumpul yang konsisten. Luka tersebut diperkirakan berasal dari benturan kayu yang terpental saat proses mendorong truk.

"Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi," terang Ipda Budi.

Menyikapi insiden ini, Kasi Humas Polres Jembrana mengimbau keras kepada para sopir dan kru kendaraan untuk selalu memprioritaskan keselamatan kerja.

"Keselamatan harus selalu menjadi prioritas. Setiap aktivitas bongkar muat, perbaikan, atau pemindahan kendaraan harus dilakukan dengan prosedur yang benar," tutupnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#musibah #kecelakaan #denpasar gilimanuk #kernet truk