KARANGASEM, Radar Bali.id – Musibah nahas menimpa dua bocah berusia 8 tahun di Banjar Dinas Tanah Aron, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, pada Rabu (3/12/2025) petang.
Mereka adalah I Kadek Devandra Saputra dan I Kadek Agus Nanta Purnama, tersambar petir saat sedang bermain di bawah pohon mangga di halaman rumah mereka, sesaat setelah hujan reda.
Nahas, Devandra meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Sementara Nanta berhasil selamat dan kini sudah kembali ke rumah.
Kejadian Begitu Cepat di Bawah Pohon Mangga
Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu terjadi begitu cepat. Meskipun hujan telah berhenti, cuaca di lokasi masih diselimuti mendung. Kedua korban yang masih duduk di bangku kelas II SD itu bermain tepat di bawah pohon mangga.
"Cuacanya masih mendung, karena hujan baru reda," tutur Arimbawa saat dikonfirmasi pada Kamis (4/12/2025).
Tiba-tiba, suara gemuruh petir yang keras menyentak. Salah seorang anggota keluarga yang langsung menoleh ke arah pohon mangga terkejut bukan kepalang. Mereka mendapati kedua bocah itu sudah tergeletak tak sadarkan diri.
Satu Tewas, Satu Selamat dengan Luka Bakar
Keluarga yang syok segera melarikan Devandra dan Nanta ke RS Balimed Karangasem untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, takdir berkata lain. Devandra dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis saat baru tiba di rumah sakit. Pemeriksaan luar menemukan adanya luka bakar pada bagian punggung korban.
Beruntung, I Kadek Agus Nanta Purnama memiliki nasib lebih baik.
"Untuk Nanta ini tersadar saat perjalanan ke rumah sakit. Kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang," terang Arimbawa.
Daerah Rawan Petir: Imbauan BPBD
Arimbawa menambahkan, lokasi kejadian di sekitar Banjar Dinas Tanah Aron memang cukup rawan sambaran petir. Bahkan, kejadian serupa pernah terjadi di area tersebut beberapa tahun silam.
"Wilayah sekitar TKP ini cukup rawan sambaran petir. Kemungkinan ada faktor medan magnet atau unsur logam di dalam tanah," imbuhnya.
Menyikapi insiden ini, BPBD Karangasem mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Warga diminta untuk tetap tinggal di dalam rumah ketika hujan atau cuaca masih mendung dan berpotensi terjadi petir. BPBD juga meminta pihak keluarga korban untuk mengusulkan bantuan pasca bencana, mengingat musibah ini merupakan faktor bencana alam.[*]
Editor : Hari Puspita