Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dewa Ratu! Bermain di Bawah Pohon Mangga Seusai Hujan, Bocah Karangasem 8 Tahun Ini Tewas Disambar Petir, Temannya Selamat dengan Luka Bakar

Zulfika Rahman • Jumat, 5 Desember 2025 | 12:50 WIB
DUKA MENDALAM : Suasana di halaman rumah duka korban tersambar petir di Banjar Dinas Tanah Aron, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem. (istimewa)
DUKA MENDALAM : Suasana di halaman rumah duka korban tersambar petir di Banjar Dinas Tanah Aron, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem. (istimewa)

 

KARANGASEM, Radar Bali.id – Musibah nahas menimpa dua bocah berusia 8 tahun di Banjar Dinas Tanah Aron, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Karangasem, pada Rabu (3/12/2025) petang.

Mereka adalah I Kadek Devandra Saputra dan I Kadek Agus Nanta Purnama, tersambar petir saat sedang bermain di bawah pohon mangga di halaman rumah mereka, sesaat setelah hujan reda.

Nahas, Devandra meninggal dunia setibanya di rumah sakit. Sementara Nanta berhasil selamat dan kini sudah kembali ke rumah.

Kejadian Begitu Cepat di Bawah Pohon Mangga

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, menjelaskan bahwa peristiwa nahas itu terjadi begitu cepat. Meskipun hujan telah berhenti, cuaca di lokasi masih diselimuti mendung. Kedua korban yang masih duduk di bangku kelas II SD itu bermain tepat di bawah pohon mangga.

"Cuacanya masih mendung, karena hujan baru reda," tutur Arimbawa saat dikonfirmasi pada Kamis (4/12/2025).

Tiba-tiba, suara gemuruh petir yang keras menyentak. Salah seorang anggota keluarga yang langsung menoleh ke arah pohon mangga terkejut bukan kepalang. Mereka mendapati kedua bocah itu sudah tergeletak tak sadarkan diri.

Satu Tewas, Satu Selamat dengan Luka Bakar

Keluarga yang syok segera melarikan Devandra dan Nanta ke RS Balimed Karangasem untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, takdir berkata lain. Devandra dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis saat baru tiba di rumah sakit. Pemeriksaan luar menemukan adanya luka bakar pada bagian punggung korban.

Beruntung, I Kadek Agus Nanta Purnama memiliki nasib lebih baik.

"Untuk Nanta ini tersadar saat perjalanan ke rumah sakit. Kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang," terang Arimbawa.

Daerah Rawan Petir: Imbauan BPBD

Arimbawa menambahkan, lokasi kejadian di sekitar Banjar Dinas Tanah Aron memang cukup rawan sambaran petir. Bahkan, kejadian serupa pernah terjadi di area tersebut beberapa tahun silam.

"Wilayah sekitar TKP ini cukup rawan sambaran petir. Kemungkinan ada faktor medan magnet atau unsur logam di dalam tanah," imbuhnya.

Menyikapi insiden ini, BPBD Karangasem mengimbau masyarakat agar selalu waspada. Warga diminta untuk tetap tinggal di dalam rumah ketika hujan atau cuaca masih mendung dan berpotensi terjadi petir. BPBD juga meminta pihak keluarga korban untuk mengusulkan bantuan pasca bencana, mengingat musibah ini merupakan faktor bencana alam.[*]

Editor : Hari Puspita
#Hujan-hujanan #sambaran petir #bahaya petir #karangasem