Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hujan Lebat, Truk Keramik Hantam Pohon, Diduga Rem Blong saat Sopir Hindari Tabrakan Beruntun

Juliadi Radar Bali • Selasa, 9 Desember 2025 | 03:25 WIB
PETAKA DI TENGAH HUJAN: Kondisi truk tronton bermuatan keramik yang alami kecelakaan tunggal menghantam pohon perindang di Jalan Denpasar-Gilimanuk. (Istimewa)
PETAKA DI TENGAH HUJAN: Kondisi truk tronton bermuatan keramik yang alami kecelakaan tunggal menghantam pohon perindang di Jalan Denpasar-Gilimanuk. (Istimewa)

TABANAN, Radar Bali.id – Sebuah kecelakaan tunggal dialami truk tronton bermuatan keramik di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Bonian, Desa Antap, Selemadeg, Tabanan, pada Senin (8/12/2025) pagi. Truk tersebut hilang kendali dan menabrak pohon perindang di pinggir jalan.

Akibat insiden tersebut, seorang penumpang truk, Abdu Rahman, mengalami patah tulang dan harus dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD Tabanan.

Kapolsek Selemadeg, Kompol I Wayan Suastika, mengonfirmasi peristiwa ini. Kecelakaan tunggal yang dialami truk tronton Hino bernomor polisi F 9135 FH yang dikemudikan oleh Marjono,48, itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita.

Kronologi: Kurang Konsentrasi di Jalan Licin

Kompol Suastika menjelaskan bahwa truk tronton yang dikemudikan Marjono datang dari arah barat (Gilimanuk) menuju ke timur (Denpasar). Kondisi jalan saat itu tengah diguyur hujan deras dan licin.

Saat melintas di jalan turunan landai, Marjono mendapati situasi lalu lintas di depannya sedang macet. Karena kurang konsentrasi, pengemudi truk nyaris menabrak kendaraan di depannya.

"Sopir seketika langsung mendadak melakukan pengereman. Alhasil rem truk tak berfungsi baik," ungkap Kompol Suastika.

Karena rem tidak berfungsi normal, pengemudi Marjono segera membanting setir ke kiri untuk menghindari tabrakan beruntun. Aksi tersebut justru membuat truk menabrak keras pohon perindang yang berada di sebelah utara jalan.

Faktor Manusia dan Rem Blong

Kompol Suastika menambahkan, korban Abdu Rahman yang duduk di kursi penumpang sebelah kiri terjepit bodi kendaraan akibat benturan keras truk dengan pohon.

Penyebab kecelakaan ini, menurut kepolisian, murni disebabkan oleh faktor manusia—kurangnya konsentrasi sopir truk—disertai faktor teknis yaitu rem truk yang tidak berfungsi secara normal.

"Saat ini, truk tronton bermuatan keramik masih dalam proses evakuasi. Kami imbau pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, terutama saat kondisi jalan licin," pungkasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#truk tabrak pohon #lakalantas #tabanan #kecelakaan truk