NUSA PENIDA, RadarBali.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Senin malam (8/12/2025) sekitar pukul 22.00 Wita,
Ini memicu banjir bandang yang membawa material berat. Banjir kiriman ini bermuara di pesisir Pantai Crystal Bay, menenggelamkan 36 warung dan melumpuhkan aktivitas perekonomian serta wisata di kawasan tersebut hingga Selasa (9/12/2025).
Kapolsek Nusa Penida, AKP I Ketut Kesuma, menjelaskan bahwa luapan air berasal dari aliran sungai di pegunungan dan perbukitan bagian timur. Air mengalir deras membawa lumpur pekat, pasir halus, batu kecil, hingga ranting dan kayu menuju area pantai.
"Banjir kiriman ini membawa material yang menumpuk di area parkiran dan masuk ke sejumlah kios warga, sehingga menghambat aktivitas ekonomi dan menutup sebagian akses jalan menuju pantai," tutur AKP Kesuma pada Selasa (9/12/2025).
Lumpur Setebal 10 Cm Tutupi Warung
Dampak terparah dirasakan oleh 36 warung yang berjejer di pesisir pantai. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, membenarkan bahwa warung-warung tersebut terendam air dan lumpur.
"Beberapa barang elektronik penting seperti kulkas dan freezer mengalami kerusakan. Perkiraan kerugian akibat banjir masih dalam proses perhitungan. Namun, dipastikan nihil korban jiwa," tambah Widiada.
Pemilik warung dan petugas disibukkan dengan upaya pembersihan manual. Lumpur dengan ketebalan 5 hingga 10 cm harus dikeluarkan dari dalam kios, sementara ranting kayu berukuran besar dipotong menggunakan mesin sensor.
"Warga pemilik kios sibuk membersihkan bagian dalam, mengeluarkan barang-barang basah, serta membuang lumpur yang menumpuk setebal 5–10 cm,” jelas AKP Kesuma.
Akses Dibuka Bertahap, Wisata Masih Ditutup
Hingga siang hari kemarin, upaya pembersihan telah membuahkan hasil. Sekitar 75 persen area parkiran sudah dapat digunakan kembali, meskipun masih terdapat lapisan lumpur tipis di beberapa titik. Akses jalan menuju Crystal Bay juga telah dibersihkan dari material kayu yang sempat menyebabkan kondisi licin dan berbahaya.
"Untuk sementara, aktivitas wisatawan masih dihentikan sementara demi kelancaran proses pembersihan dan keamanan di lokasi," ujar Kapolsek, menggarisbawahi pentingnya keselamatan selama masa pemulihan.
Sejumlah kios masih menjalani proses pengeringan dan penataan ulang karena endapan lumpur yang cukup tebal di bagian dalam.[*]
Editor : Hari Puspita