NEGARA, RadarBali.id– Nelayan di perairan Banjar Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, dikejutkan oleh temuan mayat tanpa identitas yang mengapung di laut pada Rabu (10/12) dini hari. Mayat laki-laki tersebut kemudian dievakuasi menuju Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan.
Kasatpolairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, menjelaskan bahwa mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 01.00 Wita oleh dua orang pemancing asal Desa Melaya.
"Mayat ditemukan oleh dua pemancing saat mereka menggunakan perahu fiber di perairan Pebuahan," jelas AKP Suparta.
Evakuasi Dramatis Menggunakan Tali Jangkar
Kedua pemancing yang menemukan, Muhammad Tahfip (37) dan Ahmad Fadil (18), melihat sesosok mayat mengapung tak jauh dari perahu mereka. Mereka sempat berupaya mengangkat mayat tersebut ke atas perahu.
Namun, karena kondisi mayat yang sudah cukup berat, upaya tersebut gagal. Akhirnya, mereka mengambil keputusan untuk mengikatkan kaki mayat menggunakan tali jangkar perahu dan menariknya menuju perairan PPN Pengambengan.
"Kami mendapat laporan dari nelayan, langsung mendatangi lokasi untuk mengevakuasi mayat yang sudah diikat dan dibawa ke perairan PPN Pengambengan," ujarnya.
Ciri-Ciri Mayat Diumumkan, Publik Diminta Melapor
Setelah berhasil dievakuasi, mayat tersebut langsung dibawa ke RSU Negara untuk pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan satu pun identitas diri pada tubuh korban.
Adapun ciri-ciri mayat laki-laki tersebut adalah:
- Mengenakan baju lengan panjang berwarna abu-abu.
- Mengenakan celana panjang dan sepatu berwarna putih.
- Menariknya, korban juga mengenakan kaus kaki bergambar ayam jago.
- Sebagian badan korban tertutup kain sarung warna coklat.
Saat ini, mayat tersebut dititipkan di kamar jenazah RSU Negara. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera mendatangi Polres Jembrana guna proses identifikasi.[*]
Editor : Hari Puspita