SINGARAJA, RadarBali.id– Aksi perkelahian dua orang siswa SMAN 1 Gerokgak, Kabupaten Buleleng, menjadi viral di media sosial (medsos) setelah video baku hantam mereka tersebar luas.
Pertarungan yang dipicu oleh masalah asmara ini akhirnya diselesaikan melalui proses mediasi yang melibatkan pihak kepolisian.
Dua pelajar yang terlibat adalah Made KDM ,16, dan Kadek W,16. Mereka terlibat adu jotos di area Pantai Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, pada Sabtu (13/12/2025). Dalam video berdurasi 1 menit 39 detik yang beredar, tampak keduanya berkelahi di tanah lapang, dikelilingi oleh teman-teman mereka. Menariknya, di akhir video, kedua pemuda tersebut sempat terlihat saling bersalaman.
Dipicu Cinta Segitiga
Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Derawi, membeberkan bahwa motif di balik perkelahian ini adalah kesalahpahaman yang berujung emosi terkait hubungan dengan seorang siswi berinisial Kadek AP,15.
"Perkelahian pelajar ini dipicu permasalahan asmara atau hubungan dengan siswa perempuan berinisial Kadek AP, yang menimbulkan kesalahpahaman serta emosi antara kedua siswa sehingga berujung pada perkelahian," jelas Kompol Derawi pada Minggu (14/12/2025).
Mediasi Cepat dan Sanksi Edukatif
Tak lama setelah video tersebut viral, pihak sekolah bertindak cepat. Pada Sabtu (13/12/2025) pukul 12.00 Wita, Kepala SMAN 1 Gerokgak memanggil kedua siswa, beserta orang tua mereka, untuk mediasi yang juga didampingi oleh Kapolsek Gerokgak.
Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan menandatangani surat pernyataan.
"Tidak terdapat tuntutan lanjutan dari masing-masing pihak. Siswa juga diberikan pembinaan serta sanksi edukatif, sesuai tata tertib sekolah," lanjut Kompol Derawi.
Pasca peristiwa ini, SMAN 1 Gerokgak berkomitmen untuk meningkatkan pembinaan karakter melalui bimbingan dan konseling intensif, serta memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif. Sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang dan siswa dapat menjaga nama baik sekolah.[*]
Editor : Hari Puspita