Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah! Bak Sinetron, Gegara Cinta Segitiga, Pelajar SMAN 1 Gerokgak, Berduel, Begini Akhir Kisahnya di Kantor Polisi

Francelino Junior • Senin, 15 Desember 2025 | 13:59 WIB
DIMEDIASI : Mediasi kedua pelajar SMAN 1 Gerokgak yang terlibat baku hantam.gegara asmara. (foto:Polres Buleleng)
DIMEDIASI : Mediasi kedua pelajar SMAN 1 Gerokgak yang terlibat baku hantam.gegara asmara. (foto:Polres Buleleng)

 

SINGARAJA, RadarBali.id– Aksi perkelahian dua orang siswa SMAN 1 Gerokgak, Kabupaten Buleleng, menjadi viral di media sosial (medsos) setelah video baku hantam mereka tersebar luas.

Pertarungan yang dipicu oleh masalah asmara ini akhirnya diselesaikan melalui proses mediasi yang melibatkan pihak kepolisian.

Dua pelajar yang terlibat adalah Made KDM ,16, dan Kadek W,16. Mereka terlibat adu jotos di area Pantai Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, pada Sabtu (13/12/2025). Dalam video berdurasi 1 menit 39 detik yang beredar, tampak keduanya berkelahi di tanah lapang, dikelilingi oleh teman-teman mereka. Menariknya, di akhir video, kedua pemuda tersebut sempat terlihat saling bersalaman.

 Dipicu Cinta Segitiga

Kapolsek Gerokgak, Kompol I Made Derawi, membeberkan bahwa motif di balik perkelahian ini adalah kesalahpahaman yang berujung emosi terkait hubungan dengan seorang siswi berinisial Kadek AP,15.

"Perkelahian pelajar ini dipicu permasalahan asmara atau hubungan dengan siswa perempuan berinisial Kadek AP, yang menimbulkan kesalahpahaman serta emosi antara kedua siswa sehingga berujung pada perkelahian," jelas Kompol Derawi pada Minggu (14/12/2025).

Mediasi Cepat dan Sanksi Edukatif

Tak lama setelah video tersebut viral, pihak sekolah bertindak cepat. Pada Sabtu (13/12/2025) pukul 12.00 Wita, Kepala SMAN 1 Gerokgak memanggil kedua siswa, beserta orang tua mereka, untuk mediasi yang juga didampingi oleh Kapolsek Gerokgak.

Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan menandatangani surat pernyataan.

"Tidak terdapat tuntutan lanjutan dari masing-masing pihak. Siswa juga diberikan pembinaan serta sanksi edukatif, sesuai tata tertib sekolah," lanjut Kompol Derawi.

Pasca peristiwa ini, SMAN 1 Gerokgak berkomitmen untuk meningkatkan pembinaan karakter melalui bimbingan dan konseling intensif, serta memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif. Sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang dan siswa dapat menjaga nama baik sekolah.[*]

Editor : Hari Puspita
#gerokgak buleleng #Pelajar SMA #cinta segitiga #remaja #polres buleleng