Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dumogi Amor ring Acintya, Tragedi di Saluran Irigasi Subak Gede Sukawati : Pekaseh Nahas Ini Ditemukan Meninggal Dunia

Ida Bagus Indra Prasetia • Selasa, 16 Desember 2025 | 13:05 WIB

 

DIEVAKUASI : Petugas mengangkat jasad korban dari saluran irigasi menuju mobil ambulans.(foto: BPBD Gianyar)
DIEVAKUASI : Petugas mengangkat jasad korban dari saluran irigasi menuju mobil ambulans.(foto: BPBD Gianyar)

GIANYAR, RadarBali.id– Warga Sukawati, Gianyar, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang tokoh adat sekaligus pekaseh Subak Bubun, I Made Merta (akrab disapa Mangku Anggun), di saluran irigasi Subak Gede Sukawati pada Senin (15/12/2025) sekitar pukul 12.00 Wita.

Mangku Anggun, yang dikenal sangat rajin mengurus sistem pengairan tradisional subak, diduga meninggal dunia saat sedang menjalankan tugasnya mengecek saluran air pascahujan deras.

Penemuan Mengejutkan oleh Warga

Kapolsek Sukawati, Kompol Ketut Suaka Purnawasa, menjelaskan bahwa penemuan tragis ini bermula dari laporan masyarakat. Lokasi penemuan berada di sebelah Puskesmas 1 Sukawati.

"Seorang warga yang hendak buang air kecil di sekitar lokasi melihat bagian tangan manusia muncul dari dalam saluran irigasi yang tengah mengalir deras. Laporan kami terima sekitar pukul 12.00 Wita," jelas Kompol Suaka.

Setelah dilakukan pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan kuat sementara adalah korban terjatuh atau tenggelam saat berada di sekitar saluran air.

Petugas gabungan dari Polsek Sukawati, BPBD Kabupaten Gianyar, dan relawan segera melakukan evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Ari Canti Mas, Ubud, untuk penanganan lebih lanjut, di mana pihak keluarga telah menunggu.

Sempat Terlihat Memperbaiki Gorong-gorong

Dugaan bahwa Mangku Anggun meninggal saat bertugas dikuatkan oleh kesaksian seorang anak SD bernama Aan. Saksi mengaku terakhir kali melihat korban pada Minggu (14/12/2025) sekitar pukul 17.30 Wita.

Saat itu, korban terlihat sedang mengangkat tutup gorong-gorong di sekitar lokasi penemuan.

"Air sedang besar karena hujan deras. Motornya diparkir di pinggir jalan," ungkap Aan.

Berdasarkan kesaksian ini dan hasil pemeriksaan awal, polisi menduga kuat korban sedang melakukan pengecekan atau perbaikan saluran irigasi untuk memastikan kelancaran aliran air subak pascahujan lebat, sebuah tugas mulia yang sering ia jalankan.

Sosok Pekaseh yang Rajin dan Responsif

Perbekel Sukawati, Dewa Gede Dwi Putra, yang turut hadir di lokasi, mengenang sosok Mangku Anggun sebagai pekaseh yang sangat bertanggung jawab.

"Kalau ada saluran mampet atau aliran air terganggu, beliau selalu cepat turun ke lapangan dan berkoordinasi dengan desa," kenang Dewa Putra.

Perbekel juga menyampaikan, pihak desa langsung menghubungi keluarga korban setelah kejadian. "Saya langsung telepon anaknya, menyampaikan bahwa bapaknya terjatuh. Anak korban kemudian langsung datang menjemput," ujarnya.

Mengenai langkah-langkah selanjutnya, Perbekel menyatakan akan berkoordinasi dengan desa adat untuk melaksanakan upacara niskala di lokasi kejadian.[*]

Editor : Hari Puspita
#korban meninggal #pekaseh #temuan jenazah #Sukawati Gianyar