Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! Diduga Tertekan Bullying, Siswi SMP Coba Bunuh Diri, Untung Selamat di Jurang Tukad Ngongkong

Andre Sulla • Jumat, 19 Desember 2025 | 12:37 WIB

 

EVAKUASI: NKS dievakuasi tim SAR dari jurang Tukad Ngongkong, Petang, Badung.
EVAKUASI: NKS dievakuasi tim SAR dari jurang Tukad Ngongkong, Petang, Badung.

MANGUPURA, radarbali.jawapos.com –Miris! Peristiwa memilukan dialami seorang siswi SMP berusia 13 tahun berinisial NKS. Gadis belia ini coba bunuh diri dan beruntung ditemukan selamat namun terjebak di dasar jurang Tukad Ngongkong, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Selasa 16 Desember 2025 sekitar pukul 11.00 WITA.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, Polisi menduga korban nekat melompat akibat tekanan psikologis berat yang dipicu perundungan (bully) di lingkungan sekolah. Keberadaan siswi ini pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar teriakan minta tolong dari arah bawah jembatan.

Curiga dengan suara tersebut, warga langsung mengintip ke jurang dan mendapati seorang pelajar perempuan dalam kondisi terperosok dan tidak bisa naik sendiri.

“Warga segera melapor ke kami. Setelah itu kami langsung berkoordinasi dengan tim SAR untuk melakukan evakuasi,” ujar sumber.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Petang AKP I Nyoman Arnaya membenarkan, siswi SMP inisial NKS merupakan warga Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang. Sebelumnya, orang tua sempat melaporkan anaknya hilang ke Polsek Petang karena tak kunjung pulang sejak Senin 15 Desember 2025. Sang anak terakhir terlihat berangkat ke sekolah sekitar pukul 07.00 WITA

Namun tidak dapat dihubungi setelah jam pulang sekolah. Tim gabungan dari SAR Polda Bali, SAR Pelopor Yon B Mengwi, Polsek Petang, BPBD Badung, Damkar Badung, serta tenaga medis Puskesmas Petang I diterjunkan ke lokasi. Medan jurang yang curam dan licin membuat evakuasi berlangsung cukup alot.

Evakuasi yang dipimpin langsung Kapolsek Petang itu baru berhasil dilakukan sekitar pukul 15.00 WITA. "Korban berhasil diangkat dalam kondisi selamat. Korban sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Secara fisik hanya mengalami luka lecet ringan,” jelas Arnaya.

 Baca Juga: Anggota DPR Sebut Generasi Muda Rentan Terjebak Pusaran Hoaks, Perlu Aktif Literasi Digital

Setelah dievakuasi, NKS langsung dilarikan ke Puskesmas Petang I untuk mendapatkan perawatan medis. Luka yang dialami antara lain lecet pada kelopak mata kanan, pipi kanan, serta paha kiri.

Meski kondisi fisiknya relatif stabil, tim medis merekomendasikan pendampingan lanjutan berupa konsultasi psikiater.

Kepada petugas, sang anak mengaku mengalami tekanan mental berat akibat sering menjadi sasaran perundungan di sekolah. Tekanan tersebut disebut dipicu oleh beredarnya video pribadi yang melibatkan dirinya dan sang pacar, yang diduga disebarkan oleh teman sekolah.

“Pengakuan korban masih kami dalami. Dugaan sementara memang ada tekanan psikologis serius yang dialami korban, baik dari lingkungan sekolah maupun faktor lainnya,” tegas Arnaya. Selain itu, polisi juga menyoroti kondisi Jembatan Tukad Ngongkong yang belum dilengkapi pagar pengaman.

 Baca Juga: Prediksi Cuaca Bali Hari Ini, Jumat (19/12/2025)

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan dan rawan disalahgunakan. Pihaknya sudah merekomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Badung agar segera memasang pagar pengaman demi mencegah kejadian serupa.

Saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait dugaan perundungan. "Ya, sembari memastikan korban mendapatkan pendampingan dan pemulihan psikologis secara maksimal," tutupnya.

Terpisah, Dimas selaku koordinator lapangan evakuasi menegaskan, pihaknya berhasil dievakuasi gadis ini dari dasar sungai dengan kedalaman diperkirakan mencapai 70 meter.

Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sekitar pukul 12.30 Wita dari BPBD Badung. Merespons laporan tersebut, delapan personel rescue langsung diberangkatkan menuju lokasi. Petugas siaga SAR juga berkoordinasi dengan Samapta Polda Bali dan Polsek Petang untuk memperkuat dukungan personel serta peralatan.

 Baca Juga: RERAINAN & ALA AYUNING DEWASA, JUMAT (19/12/2025)

Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera melakukan asesmen dan menyusun rencana evakuasi. Medan terjal dan kedalaman jurang membuat proses penyelamatan harus dilakukan dengan teknik khusus. Sekitar pukul 14.10 WITA.  Personel SAR mulai diturunkan menggunakan teknik lowering menuju titik keberadaan korban.

Hampir satu jam tim berjibaku di dasar jurang hingga akhirnya berhasil dievakuasi ke atas sekitar pukul 15.02 WITA. Ia ditemukan dalam kondisi sadar, namun tampak lemas dan mengalami luka di bagian pelipis mata. Proses pengangkatan dilakukan dengan sistem tandem menggunakan peralatan mountaineering untuk memastikan keselamatan korban dan petugas.

Tim medis yang telah bersiaga langsung memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Petang.  “Korban dalam keadaan selamat dan selanjutnya dirujuk ke Puskesmas Petang untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Dimas.

Baca Juga: Tanpa Agunan, Ketua LPD Yangbatu Salurkan Kredit Pada Istri dan Diri Sendiri 

Dalam operasi tersebut, unsur SAR gabungan yang terlibat cukup besar, terdiri dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar 8 personil, Samapta Polda Bali, 8, Brimob Polda Bali, 10, Koramil 1611-06/Petang, 6, Bhabinkamtibmas Desa Petang, BPBD Badung, 6, Damkar Badung, 12.

Lalu Mapala Cakra Bhuana, 1, pihak keluarga korban, serta masyarakat setempat. Keberhasilan evakuasi ini menjadi bukti solidnya sinergi antar instansi dalam penanganan keadaan darurat, sekaligus menyelamatkan nyawa seorang remaja di medan ekstrem.***

Editor : M.Ridwan
#perundungan #jurang #percobaan bunuh diri #tukad ngongkong #Desa Sulangai #bully