NEGARA, Radar Bali.id– Cuaca ekstrem kembali mengganggu aktivitas transportasi laut di Selat Bali. Penyeberangan dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang maupun sebaliknya terpaksa dihentikan sementara akibat hujan deras dan awan gelap yang menyelimuti kawasan tersebut pada Kamis (18/12/2025).
Penutupan operasional ini dimulai pukul 12.42 WITA demi alasan keselamatan. Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk, Letda Laut (P) Bayu Primanto, menjelaskan bahwa hujan deras yang turun saat itu menyebabkan jarak pandang sangat terbatas (low visibility).
"Karena cuaca hujan dan awan gelap, penyeberangan ditutup sementara untuk menghindari risiko kecelakaan laut," ungkap Letda Bayu.
Meski sempat membuat antrean kendaraan di area parkir Pelabuhan Gilimanuk, penutupan ini hanya berlangsung singkat sekitar 16 menit. Pukul 13.00 WITA, otoritas pelabuhan kembali membuka akses penyeberangan setelah cuaca dinyatakan membaik.
"Kendaraan sempat menumpuk di kantong parkir, namun tidak sampai meluber keluar area pelabuhan," imbuhnya. Saat ini, seluruh unsur terkait tetap dalam posisi siaga untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi di penghujung tahun.[*]
Editor : Hari Puspita