Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Benar-Benar Kisah Cinta nan Heroik: Demi Akad Nikah, Pemuda Aceh Tengah Ini Terjang Longsor dan Jalan Kaki Sejauh 136 KM

Rizki Maulizar • Senin, 22 Desember 2025 | 14:21 WIB
NEKAT : Ahmad Handoko, pemuda asal Aceh Tengah ini nekat jalan kaki ratusan kilometer demi akad nikah di Tengah situasi jalan rusak. (rizki maulizar/ist)
NEKAT : Ahmad Handoko, pemuda asal Aceh Tengah ini nekat jalan kaki ratusan kilometer demi akad nikah di Tengah situasi jalan rusak. (rizki maulizar/ist)

 

Bak ungkapan syair novel roman asmara, cinta memang perlu  pengorbanan dan perjuangan. Ahmad Handoko,25, baru saja membuktikannya. Demi mengucapkan janji suci di depan penghulu, pemuda asal Aceh Tengah ini rela menempuh perjalanan ekstrem sejauh 136 kilometer dari Takengon menuju Lhoksukon dengan berjalan kaki.

INI sama sekali bukan syuting film atau sinetron. Ini dunia nyata. Cinta mati beneran. Perjuangan luar biasa keras demi cinta.

Perlu mentall baja untuk menembus akses jalan utama yang terputus total akibat longsor dan banjir bandang. Dan, itu sama sekali  tak menyurutkan niatnya untuk menemui sang calon istri tercinta, Uliya,21.

Ahmad Handoko dan Uliya
Ahmad Handoko dan Uliya

Dalam video yang viral di media sosial, Handoko tampak bersimbah lumpur, menyusuri jalur berbatu, hingga mendaki tebing sungai demi melewati titik jalan yang amblas.

"Alhamdulillah saya sehat dan sekarang sudah di rumah mertua. Akad nikah sudah berjalan lancar tanggal 8 Desember kemarin," ujar Handoko penuh syukur.

Perjalanan "nekad" ini dimulai sejak 5 Desember. Handoko sempat menumpang motor teman sebelum akhirnya harus berjalan kaki selama empat jam dari Buntul menuju Gunung Salak karena medan yang tak bisa dilalui kendaraan.

Meski bahagia telah sah menjadi suami, terselip rasa sedih di hati Handoko. Akibat medan yang mustahil dilewati rombongan, ia terpaksa berangkat sendiri tanpa didampingi orang tua maupun saudara kandungnya.

"Saya berangkat sendiri. Sedih rasanya akad tanpa kehadiran orang tua dan abang. Kebetulan ada saudara yang kuliah di Lhokseumawe, jadi saya minta beliau untuk jadi saksi," tuturnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#demi cinta #akad nikah #aceh #kisah cinta #cerita heroik