Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Gegara Terjebak Cuaca Ekstrem, Remaja Asal Tabanan Dievakuasi dari Puncak Gunung Agung Akibat Hipotermia

Zulfika Rahman • Rabu, 24 Desember 2025 | 13:47 WIB
DALAM PERAWATAN : Ni Komang Kartika medapat perawatan darurat setelah dievakuasi. (istimewa)
DALAM PERAWATAN : Ni Komang Kartika medapat perawatan darurat setelah dievakuasi. (istimewa)

 

RENDANG, RadarBali.id – Seorang remaja perempuan, Ni Komang Kartika,16, terpaksa dievakuasi tim gabungan saat tengah mendaki Gunung Agung, Karangasem, pada Selasa (23/12/2025) dini hari. Remaja asal Tabanan ini dilaporkan mengalami hipotermia hebat akibat cuaca buruk yang menerjang jalur pendakian.

Kapolsek Rendang, Kompol I Made Berata, menjelaskan bahwa korban mulai melakukan pendakian bersama tiga rekannya pada Senin (22/12/2025).

Namun, di tengah perjalanan, kondisi fisik korban menurun drastis.

"Rekan korban segera menghubungi pihak terkait untuk meminta bantuan darurat setelah melihat kondisi korban yang terus menggigil," ujar Kompol Berata.

Proses Evakuasi di Tengah Badai

Menerima laporan tersebut, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, Polsek Rendang, dan pemandu lokal segera bergerak melalui jalur Pengubengan. Proses pencarian berlangsung di tengah medan yang sulit dengan kondisi angin kencang dan hujan lebat.

Sekitar pukul 01.20 Wita, tim berhasil menemukan korban di ketinggian 2.050 mdpl. Petugas langsung memberikan pertolongan pertama dan menggendong korban turun untuk mendapatkan perawatan medis.

"Korban tiba di bawah pada pagi hari dan langsung dilarikan ke Puskesmas Rendang. Saat ini kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang," tambahnya.

Imbauan untuk Para Pendaki Gunung

Menyikapi kejadian ini, kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang sulit diprediksi. "Kami sangat menyarankan pendaki untuk menggunakan jasa pemandu lokal demi keamanan, terutama jika terjadi situasi darurat di atas gunung," tegasnya.[*]

Editor : Hari Puspita
#gunung agung #pendaki gunung #evakuasi #karangasem #hipotermia