Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Astaga! Kepala Wilayah di Desa Rendang Ditemukan Tewas Gantung Diri, Diduga Terhimpit Masalah Ekonomi

Zulfika Rahman • Senin, 29 Desember 2025 | 17:07 WIB
OLAH TKP : Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP di garasi rumah tempat IWS gantung diri, Minggu (28/12/2025).(ist)
OLAH TKP : Aparat kepolisian saat melakukan olah TKP di garasi rumah tempat IWS gantung diri, Minggu (28/12/2025).(ist)

 

AMLAPURA, RadarBali.id – Warga Banjar Dinas Muku, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, mendadak gempar pada Minggu (28/12/2025) pagi.

Seorang Kepala Wilayah (Kawil) setempat berinisial IWS,44,ditemukan tewas mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di garasi rumahnya.

Tragedi ini pertama kali diketahui oleh sang istri, NMYA, saat hendak mengambil sepeda motor di garasi. Namun, bukan kendaraan yang ia dapati, melainkan pemandangan memilukan sang suami yang sudah tergantung pada balok kayu garasi menggunakan selembar selendang.

Kronologi Penemuan

Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 06.00 Wita tersebut bermula saat suasana rumah masih tampak tenang. Begitu melihat kondisi suaminya, NMYA spontan berteriak histeris, mengundang warga sekitar berdatangan.

Warga yang tiba di lokasi segera berusaha memberikan pertolongan dengan menurunkan jasad korban. Sayangnya, IWS sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Kejadian ini pun segera dilaporkan ke Mapolsek Rendang untuk penanganan lebih lanjut.

Hasil Olah TKP dan Pemeriksaan Medis

Tak lama berselang, jajaran Polsek Rendang bersama tim medis dari UPTD Puskesmas Rendang tiba untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan luar.

Kapolsek Rendang, Kompol I Made Berata, menjelaskan hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa korban diperkirakan sudah meninggal dunia sekitar dua jam sebelum ditemukan.

“Hasil pemeriksaan luar tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Ditemukan luka jerat di leher dan tanda-tanda identik lainnya yang memperkuat dugaan gantung diri,” ujar Kompol I Made Berata.

Di lokasi, petugas mengamankan barang bukti berupa selendang motif poleng yang digunakan korban, pakaian, serta sepasang sandal jepit milik korban.

Motif Ekonomi Menjadi Dugaan Kuat

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, motif di balik aksi nekat pria berusia 44 tahun ini diduga berkaitan dengan tekanan ekonomi yang sedang dialaminya.

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi, korban nekat melakukan aksi tersebut karena faktor ekonomi. Saat ini kami masih melengkapi administrasi penyelidikan lebih lanjut,” pungkas Kapolsek.

Kematian sosok Kepala Wilayah ini meninggalkan duka mendalam bagi warga Desa Rendang, yang tidak menyangka pemimpin wilayah mereka akan mengakhiri hidup dengan cara yang tragis.[*]

Editor : Hari Puspita
#bunuh diri #Desa Rendang #ulah pati #karangasem