TABANAN, Radar Bali.id – Awal tahun 2026 dibuka dengan peristiwa kelabu di Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan. Sebuah pelinggih di Pura Desa Adat Jadi Desa ludes terbakar pada Kamis (1/1/2025) dini hari.
Kejadian berlangsung sekitar pukul 03.00 Wita, hanya berselang dua jam setelah perayaan malam pergantian tahun berakhir.
Percikan bara kembang api diduga kuat menjadi pemicu utama. Berdasarkan informasi di lapangan, serpihan kembang api yang masih menyala jatuh tepat di atas atap pelinggih yang terbuat dari bahan ijuk yang mudah terbakar.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga yang tengah beristirahat. Di saat bersamaan, Pecalang Desa Adat yang sedang berpatroli menerima laporan darurat. Upaya pemadaman sempat dilakukan secara swadaya oleh warga dan pecalang, namun api cepat membesar.
"Api baru benar-benar bisa dipadamkan setelah dua unit armada Damkar Tabanan tiba di lokasi. Memang sempat terjadi kepanikan karena lokasinya berada di tengah pemukiman warga," ujar Kapolsek Kediri, Kompol Sukadana.
Akibat kejadian ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp70 juta. "Nilai tersebut sudah termasuk estimasi biaya untuk prosesi upacara adat pembersihan atau ngulapin pasca-kebakaran," tambah Kompol Sukadana.[*]
Editor : Hari Puspita