Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Heboh! Semburan Gas Misterius Muncul Pascabanjir di Nagan Raya, Api Bisa Membesar, Begini Kondisinya

Rizki Maulizar • Senin, 5 Januari 2026 | 10:08 WIB

 

HEBOHKAN WARGA : Lokasi gelembung gas muncul di Darul Makmur, Tim Pemkab Nagan Raya. (istimewa)
HEBOHKAN WARGA : Lokasi gelembung gas muncul di Darul Makmur, Tim Pemkab Nagan Raya. (istimewa)

 

NAGAN RAYA, Radar Bali.id – Warga Desa Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, dihebohkan dengan munculnya fenomena alam tak biasa. Pascabanjir besar yang melanda wilayah tersebut akhir November 2025 lalu, ditemukan sedikitnya lima titik gelembung gas yang muncul dari balik endapan lumpur.

Fenomena ini memicu kekhawatiran warga lantaran gas yang keluar diduga kuat merupakan gas alam yang mudah terbakar. Kekhawatiran tersebut terbukti saat warga mencoba mengarahkan api ke titik semburan; api seketika membesar mengikuti aliran gas yang keluar dari permukaan tanah.

Baca Juga: Benar-Benar Kisah Cinta nan Heroik: Demi Akad Nikah, Pemuda Aceh Tengah Ini Terjang Longsor dan Jalan Kaki Sejauh 136 KM

Penemuan ini menjadi viral di media sosial (medsos) setelah akun TikTok @sabrina_djuan mengunggah video penampakan semburan tersebut pada Sabtu (3/1/2026).

Baca Juga: Viral! Air Mata Haru Relawan di Aceh Gegara Diberi Kelapa Muda oleh Korban Banjir, Simbol Ketulusan di Tengah Bencana

Merespons keresahan warga, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya telah menerjunkan tim ahli ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan pemantauan langsung.

"Hingga 3 Januari 2026, kami melaporkan masih ditemukan aktivitas keluarnya gas pada beberapa titik lokasi. Fenomena ini sebenarnya sudah kami pantau sejak banjir bandang pertama pada 26 November 2025 lalu," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kabupaten Nagan Raya, Zulkifli, dikutip dari laman resmi Pemkab, Minggu (4/1/2026).

Sebagai langkah pengamanan, area di sekitar semburan gas kini telah dipasangi garis polisi (police line) dan pembatas sementara. Langkah ini diambil untuk mencegah warga mendekat, mengingat sifat gas yang masih belum teridentifikasi sepenuhnya dan berisiko memicu kebakaran.

Pihak aparat desa bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan berkala di lokasi guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sembari menunggu kajian lebih lanjut dari instansi teknis mengenai potensi bahaya gas tersebut.[*]

Editor : Hari Puspita
#Bencana Aceh #Pascabanjir #peristiwa alam #kejadian langka #semburan gas